Archive

Posts Tagged ‘tips’

Selamatkan Skripsi Mu Sebelum Terlambat

January 10, 2016 Leave a comment

#SaveSkripsi

#SaveSkripsi

Skripsi, thesis, atau disertasi adalah “barang keramat” bagi mahasiswa tahap akhir yang akan menyelesaikan kuliahnya. Pada era digital ini semua bentuk dokumen tersebut adalah dalam bentuk file yang tersimpan di laptop atau komputer. Sudahkah kita peduli keamanannya?

Pentingnya keamanan file ini (sebut saja skripsi) tidak selalu membuat pemiliknya peduli akan keselamatannya. Seringkali berita kehilangan dokumen ini (beserta laptopnya) beredar di sekitar kita. Tidak hanya kehilangan tetapi juga kerusakan file menjadi salah satu kehancuran harapan dalam menyelesaikan kuliah sesuai jadwal.

Bagaimana menyelamatkan skripsi mu? Banyak cara yang bisa dilakukan. Berikut adalah beberapa diantaranya.

A. Gandakan file ditempat terpisah.

  1. Gunakan media penyimpan terpisah.
    Untuk mengantisipasi kerusakan pada hard disk atau struktur file pada hard disk di laptop/PC maka jangan ragu untuk menggunakan media penyimpan lain. Copy-kan skripsimu pada media penyimpan lain selain disimpan di laptop/PC setiap kali selesai melakukan pengeditan/penambahan tulisan. Media ini adalah hard disk tambahan (external hard disk). Jangan gunakan flash disk karena flash disk hanyalah untuk penyimpanan sementara dan rentan kerusakan. Simpan media ini ditempat terpisah, jangan satukan dengan tas laptop mu. Mengapa? Jika laptop berpindah pemilik (hilang atau dipindah paksa) maka dokumen mu masih ada copy-nya.
    .
  2. Manfaatkan media penyimpan daring.
    Manfaatkan layanan cloud yang saat ini banyak ditawarkan. Pilih yang mempunyai layanan yang baik dan terpercaya. Gandakan skripsimu di penyimpan daring seperti Google Drive (pemilik akun Google pastilah punya akses ini), atau OneDrive (pengguna akun Microsoft), atau Box (box.net, free), atau Dropbox (free), dan masih banyak lagi. Perhatikan kuota yang diberikan oleh masing-masing layanan, dan masa berlakunya.

B. Gunakan nama file yang baik

  1. Beri nama file dengan nama yang baik.
    Penamaan hendaknya sesuai dengan isi atau tema. Jangan beri nama diluar konteks. Penamaan akan mempermudah pencarian kelak.
    Contoh nama file yang baik: Skripsi_Bab-1.docx.
    Contoh nama yang buruk: Hanya_kamu_1.docx.
    .
  2. Gunakan nama yang spesifik.
    Saat menggandakan file, gunakan nama baru yang mengidentifikasi tanggal penyimpanan atau perubahan terakhir. Mengapa harus nama baru? Akan dijelaskan nanti.
    Contoh nama untuk penggandaan: Skripsi_Bab-1_20151110.docx dimana 20151110 artinya adalah dokumen ini disimpan pada tanggal 10 November 2015.
    .
Hati-hati dalam memilih penyimpan dokumen.

Hati-hati dalam memilih penyimpan dokumen.

.

C. Lakukan backup, jangan synchronize

Bedakan penyimpanan dengan modus backup dan synchronize. Perhatikan perbedaannya dibawah ini:

  • Modus backup adalah menyimpan pada durasi waktu atau kondisi tertentu dengan tetap mempertahankan file yang lama. Untuk itu setiap penyimpanan baru harus menggunakan nama baru dan spesifik.
    Keuntungan modus ini adalah perubahan dokumen dapat ditelusuri, dan jika ada materi terkini yang akan dikembalikan pada pembahasan sebelumnya maka dapat dilakukan dengan mudah yaitu dengan membuka dan meng-copy-kan dari dokumen yang lama.
    Kerugiannya adalah file menjadi banyak jumlahnya. Tetapi kerugian ini tak sebanding dengan keuntungan yang dapat dimanfaatkan.
    Contohnya adalah:

    • Penyimpanan pertama pada 10 November 2015 dengan nama: Skripsi_Bab-1_20151110.docx
    • Penyimpanan kedua pada 15 November 2015 dengan nama: Skripsi_Bab-1_20151115.docx
    • dan seterusnya…
      .
  • Modus synchronize adalah menyimpan pada durasi waktu atau kondisi tertentu dengan menimpa (over write) file lama.
    Keuntungannya adalah file yang tersimpan adalah hanya file terbaru.
    Kerugiannya adalah tidak bisa ditelusuri perubahan yang telah ada, dan tidak bisa dicek kembali bahasan yang telah lalu tetapi diperlukan saat ini. Satu lagi, jika file secara tidak sengaja terdelete dari komputer maka file yang berada di-cloud akan terdelete juga.
    Contohnya adalah:

    • Penyimpanan pertama dengan nama Skripsi_Bab-1.docx
    • Penyimpanan kedua dengan nama Skripsi_Bab-1.docx (sama namanya, sehingga menimpa yang lama).

Pada layanan penyimpanan daring seperti Google Drive, OneDrive, dan lainnya, mereka mempunyai perangkat lunak tambahan untuk melakukan modus synchronize ini secara otomatis. Jika modus ini bukan pilihan maka jangan lupa matikan (atau uninstall saja) perangkat lunak synchronize tersebut diatas.

Sangat disarankan untuk menggunakan modus backup, dengan tetap meng-copy-kan secara manual dan dengan penamaan yang khusus seperti dijelaskan diatas.

#SaveSkripsi dengan sedikit usaha tambahan maka akan menyelamatkan jadwal waktu ujian akhir atau sidang mu.

Semoga bermanfaat…

🙂

Yang Dilakukan Saat Mengawali Presentasi

September 28, 2014 Leave a comment

Sumber gambar: cisolutions.co.uk.

Sumber gambar: cisolutions.co.uk.

Apa yang sebaiknya kita lakukan dalam mengawali presentasi..? Awal presentasi dapat menentukan apakah hadirin akan tertarik, bosan sebelum mulai, atau justru semangat.

Beberapa hal yang sebaiknya kita perhatikan adalah sebagai berikut:

  • Sampaikan pada hadirin mengenai keberadaan handouts. Jika ada handouts yang dibagikan sebelum dimulai adalah lebih baik, sehingga hadirin bisa membuat catatan khusus/tambahan pada tiap slide yang kita paparkan. Jika diberikan pada akhir presentasi, maka katakan langsung pada hadirin agar mereka tidak terlalu sibuk menyalin slide anda.
  • Jangan pernah meminta maaf pada hadirin mengenai betapa kompleks masalah yang akan anda terangkan. Tugas anda adalah menyampaikan dengan baik dan membuat hadirin memahami. Bukanlah membuat hadirin bertambah bingung.
  • Terkadang anda mempunyai waktu yang sangat singkat dalam mempersiapkan presentasi. Sekalipun demikian, janganlah disampaikan pada hadirin. Hal ini sama saja mengatakan: “presntasi saya adalah buruk dan asal-asalan”, dan hal ini dapat membuat hadirin tidak berminat mengikuti presentasi anda.
  • Berikan kepastian (atau bahkan pilihan) pada hadirin apakah mereka dapat bertanya pada saat anda presentasi atau pertanyaan diutarakan saat presentasi usai. Hal ini terkait dengan waktu yang tersedia.
  • Perkenalkan latar belakang profesi anda jika anda berhadapan dengan hadirin yang tidak mengenal anda. Jika hadirin telah mengenal anda (misal: di depan kelas sendiri) maka hal ini tidak perlu dilakukan.
  • Lama presentasi akan memengaruhi harapan hadirin. Jika presentasi kita lebih dari sepuluh menit maka sebaiknya diberitahukan langsung, tetapi jika kurang dari itu maka tidak perlu diutarakan.
  • Sebaiknya lakukan pembukaan dengan menyampaikan hal yang lucu atau humor, tetapi tetap terkait dengan topik presentasi anda. Ingat, jangan melemparkan humor yang bersifat menyerang siapapun yang kemudian dapat membangkitkan rasa antipati pada anda.

Mari dicoba… : )

—–

Ikuti lebih lanjut di-tag: Seri Presentasi.

Tip Presentasi dengan Menjawab 5W + H

September 27, 2014 Leave a comment

Sumber gambar: clker.com.

Sumber gambar: clker.com.

Menjadi presenter dalam sebuah seminar atau sidang atau semacamnya mungkin bukanlah hal baru bagi anda. Tetapi apakah sudah memperhatikan kesiapan-kesiapannya..?

Pada banyak pembelajaran teknik presentasi sering kita dengar mengenai 5W + H. Saya coba tulis kembali sebagai bahan pengingat saya sendiri, dan mungkin berguna bagi anda yang belum/lupa mengenainya.

Yang dimaksud dengan 5W + H adalah enam kata tanya dalam bahasa Inggris, yaitu: Who, What, When, Where, Why dan How. Keenamnya bisa dipakai dengan urutan yang tidak mesti sama.

Who

  • Pertanyaan ini yang berarti siapa maksudnya adalah kita harus tahu siapakah hadirin atau pendengar presentasi kita.
  • Jika kita presentasi di depan para dosen dan profesor di mimbar akademis tentunya akan beda dengan presentasi di depan rekan-rekan komunitas membaca, misalnya. Presentasi di depan anggota DPR akan berbeda dengan presentasi di depan anak-anak Taman Kanak-Kanak, contoh lain.
  • Pertanyaan ini terkait erat dengan bahan yang disiapkan dan kedalaman materinya.

What

  • What helps you remember. Kita harus siap dengan hal yang dapat mengingatkan kita akan materi yang sedang dipresentasikan. Misalnya kita tuliskan pada kertas keywords pada setiap slide yang kita tampilkan. Daftar keywords ini menjadi pengingat kita mengenai apa yang harus kita sampaikan.
  • What helps them remember. Buatkan isi slide yang akan membuat pendengar mengingatnya. Bisa berupa gambar atau kata-kata yang menarik. Tidak tabu jika kita tampilkan satu-dua kutipan bijak dari orang terkenal, tentunya yang relevan dengan isi presentasi.
  • What helps them understand. Buat materi yang sederhana, enak dilihat mata, dengan ukuran huruf yang sedang dan tidak terlalu banyak pointer. Animasi..? Boleh tetapi satu-dua saja. Sesuaikan dengan sikon. Intinya adalah membuat pendengar mengerti dengan mudah.
  • What helps you stay focused. Hati-hati dalam berimprovisasi, jangan sampai melebar kemana-mana. Usahakan tetap pada bahasan utama.
  • What helps you reduce your stress. Merasa stres dalam mengawali presentasi itu biasa. Tetapi cari cara untuk menguranginya. Setiap orang mempunyai cara sendiri. Ada yang dengan memakan permen, ada yang bercanda, ada yang minum segar dengan cukup. Temukan yang paling sesuai untuk anda.

Why

  • Pastikan sejak awal kita tahu mengapa kita harus berdiri di depan mimbar atau mempresentasikan materi tersebut. Jangan sampai kita sendiri tidak sadar sepenuhnya apa yang kita lakukan. Dengan menyadari ini maka kita lebih siap secara mental.

Where

  • Sebelum presentasi, kita harus tahu dimana lokasi dan kondisi tempat presentasi. Apakah dalam ruang, ataukah di lapangan, atau disuatu auditorium. Bagaimana dengan kelengkapan pendukung. Dapatkah file presentasi kita dijalankan di tempat tersebut dengan peralatan yang telah tersedia. Antisipasi mengenai hal ini penting sekali. Untuk itu datangi tempatnya sebelum waktu anda naik panggung.

When

  • Kapan waktu anda naik panggung, atau presentasi. Dengan mengetahui waktunya maka persiapan anda akan jauh lebih baik. Bersiaplah untuk perubahan waktu yang mendadak. Komunikasi yang baik dengan pemilik acara sangat dianjurkan.

How

  • Bagaimana membuat performa kita optimal saat presentasi..? Selain kesiapan kesehatan, maka dengan mendapatkan jawaban dari kelima pertanyaan diatas kita bisa menyusun strategi bagaimana tampil. Penyesuaian selalu ada setiap saat, tetapi jika kita sudah siap maka langkah kita akan ringan.

Demikian tip presentasi dengan menjawab pertanyaan 5W + H. Materi ini saya dapatkan dari perkuliahan dengan tajuk: Giving a Presentation. Semoga berguna.

*/ : )

—–

Ikuti lebih lanjut di-tag: Seri Presentasi.

Tips Mengerjakan Soal Ujian

December 11, 2013 6 comments

Sumber gambar asli nggak tau. (?)

Sumber gambar asli nggak tau. (?)

Jika ada 10 soal maka kerjakanlah 15. Bagaimana mungkin ini terjadi? Kurang kerjaan amat nambahin soal yang dikerjain?

Musim ujian akhir semester bagi SMA/SMP/sederajat sudah berakhir, atau sebagian masih berjalan, pada saat saya posting tulisan ini. Tapi berbagi tips boleh-boleh aja kan..? Karena ujian bukan hanya milik adik-adik SMA/SMP/sederajat saja. Tul gak..?

Mengerjakan soal yang berjumlah sekian puluh dalam waktu terbatas selalu membuat kondisi tekanan yang beragam. Dalam proses pengerjaan saya akan memisalkan seperti yang ditulis diatas. Ini pengalaman pribadi yang sangat mungkin tidak tepat ditiru oleh pembaca 😀

Bagaimana mengerjakan 15 soal padahal hanya ada 10 soal?

Langsung saja, begini ceritanya.

Anggap saja dalam satu ujian ada 10 soal dengan waktu satu jam untuk diselesaikan. Kebayang ‘kan 10 soal dengan waktu sejam kaya apa tuh “kualitas”-nya.

Strategi yang dilakukan adalah:

  • Kerjakan 10 soal yang ada dalam waktu 30 menit. Pengertian “kerjakan” adalah tidak harus selesai atau tuntas semua nomor soal.
  • Selesai 30 menit, maka waktu yang tersisa adalah 30 menit. Targetkan 15 menit berikutnya mengerjakan 5 soal lagi. Yang menjadi pertanyaan adalah: Soal yang mana..? Yaitu soal yang 10 nomor tadi tapi yang dirasa belum selesai tuntas atau masih dalam keraguan mengenai kebenarannya. Hanya untuk soal yang masih meragukan atau belum terkerjakan. Bisa jadi lebih dari 5 soal, tapi jika lebih dari 5 ini artinya memang nggak siap ujian, hehehe.
  • Durasi 15 menit untuk menuntaskan semua soal yang mengganjal dan belum tuntas pengerjaannya. Selesai dengan 15 menit ini, maka waktu yang tersisa kemudian adalah 15 menit sebelum gong berbunyi.
  • Sisa waktu ini gunakan untuk mengecek ulang semua soal dengan kecepatan tinggi dan nggak perlu detil-detil amat. Jika masih ditemukan yang nggak sreg atau nggak yakin maka periksa dan kerjakan lagi.
  • Waktu satu jam selesai, tutup soal, lupakan, karena masih ada bahan ujian untuk esok hari.

Strategi pengerjaan soal seperti ini membutuhkan keberanian dalam memperhitungkan waktu pengerjaan. Tanpa bermain dengan waktu maka strategi ini tidak akan jalan.

Sekali lagi, ini hanya pengalaman pribadi, belum pernah dituliskan dalam jurnal atau buku manapun, jadi jangan dipercaya sebelum dipraktikkan, bagi yang berani…

: )

Categories: Dalam Kelas, Uji Nyali Tags: , ,

Membimbing krucil ke jenjang lebih tinggi

April 26, 2012 Leave a comment

Sumber gambar: theage.com.au

Krucil adalah sebutan untuk anak-anak saya versi saya dan digunakan hanya oleh saya sendiri. Sampai tulisan ini terpublikasi maka saya baru mempunyai satu kali pengalaman membawa krucil ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Ini terjadi pada tahun 2010, saat krucil yang tertua mengakhiri pendidikan di Sekolah Dasar dan memulai Sekolah Menengah Pertama. Seperti kebanyakan orang tua lainnya, rasa khawatir dan panik justru lebih membebani orang tua daripada sang anak sendiri hehehe… Ortu berpikir segala kemungkinan yang mungkin terjadi, dan berharap tinggi akan capaian sang anak. Sedangkan pada si anak sendiri lebih terbebani bagaimana bisa menyelesaikan soal ujian kemudian tetap bersama dengan sahabat akrabnya saat di SMP.

Mungkin demikianlah yang terjadi pada umumnya.

Kepanikan ortu seringkali justru membebani si anak dalam melewati masa transisi jenjang kependidikannya. Hal ini dapat kita lihat dari  banyaknya les (bimbingan belajar) yang harus diikuti oleh si anak. Sepulang sekolah si anak harus ikut ini di sana dan ikut itu di situ. Sepulang dari les, tanpa istirahat, di rumah telah menunggu guru private yang akan memberikan materi tambahan.

Luar biasa, si anak benar-benar dipacu untuk… untuk apa ya..? Mendapatkan nilai..? Mendapatkan kebanggaan ortu..? Atau justru akan mendapatkan jiwa anak yang sakit..?

Ya, jiwa anak bisa sakit dengan perlakuan ortu yang luar biasa seperti itu. Anak akan tertekan dengan hebat, baik secara fisik maupun psikis. Tak jarang justru semua yang dipaksakan untuk “ditelan” oleh sang anak tersebut bisa termuntahkan kembali dalam beragam cara.

Anak bisa sakit karena stres atau depresi, bahkan ada yang terganggu fungsi otaknya. Anak juga bisa menjadi bosan dengan segala asupan berlebihan itu. Anak juga bisa memberontak dengan caranya sendiri.

Orang tua yang mengandalkan proses instan pada anaknya untuk mendapatkan yang diinginkan seperti ini adalah mengerikan. Anak kita bukanlah mesin yang dapat dipaksakan kerjanya hanya dengan sekali tekan tombol, saat tombol ditekan maka semua akan menjadi hebat.

Anak kita adalah juga manusia sama dengan sang orang tua sendiri. Tidak bisa dipaksakan sesuai dengan kemauan orang tua walaupun sang ortu bisa melakukan apapun karena keberadaan materi berkecukupan dan sikon memungkinkan.

Penguasaan materi sekolah memanglah penting, tetapi caranya harus sebaik mungkin bagi semua, si anak maupun ortu. Ini menuntut kemampuan ortu untuk bisa membimbing si anak secara langsung. Pembimbingan tentunya tidak berarti ortu harus menguasai mata pelajarannya, tetapi mendampingi saat anak belajar itu sudah suatu bimbingan yang luar biasa.

Sibuk tak ada waktu..? Ah klise sekali. Rasanya suatu kebohongan besar saat kita berkata: saya sibuk gak ada waktu untuk anak. Emangnye elu sapa sampe gak ada waktu untuk anak..? Nonton bola tengah malam aja sempet, eh dampingin anak bentar aja kagak sempet… hehehe

Yang pernah saya lakukan adalah menyempatkan diri bersama anak untuk mendampingi belajar dan juga sembari bermain. Bermain..? Ya, sambil bermain untuk mengusir keletihan atau kebosanan krucil dalam perjuangannya. Belajar tidak hanya di dalam rumah, sesekali saya ajak ke tanah lapang atau lokasi lain, di pinggir sawah misalnya, sambil membawa buku dan… membawa alat bermain.

Krucil saya ikutkan bimbel tidak untuk semua pelajaran, dan tidak dilakukan setiap hari. Pemberian dorongan atau semangat yang bersifat “tidak mengancam” tetapi justru yang menumbuhkan semangat selalu dilakukan. Juga memberikan gambaran masa depan saat ia dapat meraih prestasi yang baik akan berakibat pada kesempatan yang lebih luas lagi untuk pengembangan diri. Beberapa cerita “masa lalu” saya ceritakan terkait dengan pencapaian hasil belajar.

Dengan prestasi masa lalu saya yang pas-pasan, tidaklah menjadi halangan untuk mengobarkan semangat pada krucil. Pemberian api semangat dengan benar (tanpa perlu membanding-bandingkan dengan orang lain atau temannya) akan dapat memacu diri krucil dengan pemikiran yang positif. Dan satu lagi, pemberian asupan makanan yang baik untuk menjaga kesehatan dan kebugarannya juga penting.

Alhamdulillah, krucil berhasil melewati masa transisi jenjang kependidikan dengan prestasi yang bagus (walau bukan yang terbaik). Ujian sekolah, ujian akhir nasional, dan ujian lainnya dilalui dengan baik. Mendapatkan sekolah yang diidamkan banyak orang dengan nilai yang mencukupi, tanpa perlu “sumbangan pendidikan” apapun sepeserpun… ehm…

Kebersamaan dengan anak dalam mengantar ia ke jenjang pendidikan lebih tinggi adalah kekuatan yang jauh lebih besar daripada menyerahkan sepenuhnya pada sekolah dan/atau bimbingan belajar.

Jangan percaya dulu pada pengalaman saya diatas, tetapi silakan buktikan sendiri dengan cara anda. Untuk anak sendiri kok percaya kata orang..?

: )

%d bloggers like this: