Archive

Posts Tagged ‘mahasiswa’

Wajib Minimal Jam Belajar Mahasiswa Dalam Seminggu

October 10, 2014 Leave a comment

Jam Belajar Mahasiswa

Jam Belajar Mahasiswa

Berapa jam¬†waktu belajar mahasiswa dalam seminggu..? Bagaimana kita mengetahuinya..? Hal ini menjadi pertimbangan utama saat mana seorang mahasiswa memulai semesternya atau yang sudah “terlanjur” ambil jumlah SKS tertentu.

Dosen saya mewanti-wanti hal ini dengan mengatakan bahwa minimal alokasi waktu belajar dalam seminggu harus ditepati. Ini adalah batasan standar untuk pemahaman yang standar juga. Jadi kalau mau yang diatas standar maka tambah waktu belajarmu. (… baiklah Prof… ūüėÄ )

Bagaimana menghitung waktu minimal ini..?

Formulasi sederhana adalah demikian: Jumlah Jam Belajar = (Jumlah SKS) + 2 * (Jumlah SKS)

Kenapa nggak ditulis saja 3 * (Jumlah SKS)..? Pengertiannya begini,

  • “Jumlah SKS” yang pertama adalah yang dilakukan di kelas (tatap muka dengan dosen) atau yang dilakukan melalui kuliah daring (kuliah online, maksudnya).
  • Sedangkan perkalian 2 * (Jumlah SKS) adalah waktu diluar hal pertama tadi.

Jadi, seandainya jumlah SKS yang diambil berjumlah 12 SKS, maka minimal alokasi waktu belajar dalam seminggu adalah 12 + 2 * 12 = 36 jam. Jika direratakan dengan asumsi satu hari libur belajar adalah enam jam dalam sehari khusus untuk belajar.

Apakah belajar hanya didepan buku atau di dalam perpustakaan atau di dalam laboratorium..? Ya nggak lah. Diskusi pelajaran dengan teman saat jalan ke Mal, atau saat makan bareng, atau saat di pinggir danau/sungai sambil menikmati alam juga bisa masuk dalam jam belajar tadi.

Gampang kan… : )

Advertisements
Categories: Dalam Kelas Tags: , , ,

Yang Dilakukan Saat Mengawali Presentasi

September 28, 2014 Leave a comment

Sumber gambar: cisolutions.co.uk.

Sumber gambar: cisolutions.co.uk.

Apa yang sebaiknya kita lakukan dalam mengawali presentasi..? Awal presentasi dapat menentukan apakah hadirin akan tertarik, bosan sebelum mulai, atau justru semangat.

Beberapa hal yang sebaiknya kita perhatikan adalah sebagai berikut:

  • Sampaikan pada hadirin mengenai keberadaan handouts. Jika ada handouts¬†yang dibagikan sebelum dimulai adalah lebih baik, sehingga hadirin bisa membuat catatan khusus/tambahan pada tiap slide yang kita paparkan. Jika diberikan pada akhir presentasi, maka katakan langsung pada hadirin agar mereka tidak terlalu sibuk menyalin slide anda.
  • Jangan pernah meminta maaf pada hadirin mengenai betapa kompleks masalah yang akan anda terangkan. Tugas anda adalah menyampaikan dengan baik dan membuat hadirin memahami. Bukanlah membuat hadirin bertambah bingung.
  • Terkadang anda¬†mempunyai waktu yang sangat singkat dalam mempersiapkan presentasi. Sekalipun demikian, janganlah disampaikan pada hadirin. Hal ini sama saja mengatakan: “presntasi saya adalah buruk dan asal-asalan”, dan hal ini dapat membuat hadirin tidak berminat mengikuti presentasi anda.
  • Berikan kepastian (atau bahkan pilihan) pada hadirin apakah mereka dapat bertanya pada saat anda presentasi atau pertanyaan diutarakan saat presentasi usai. Hal ini terkait dengan waktu yang tersedia.
  • Perkenalkan latar belakang profesi anda jika anda berhadapan dengan hadirin yang tidak mengenal anda. Jika hadirin telah mengenal anda (misal: di depan kelas sendiri) maka hal ini tidak perlu dilakukan.
  • Lama presentasi akan memengaruhi harapan hadirin. Jika presentasi kita lebih dari sepuluh menit maka sebaiknya diberitahukan langsung, tetapi jika kurang dari itu maka tidak perlu diutarakan.
  • Sebaiknya lakukan pembukaan dengan menyampaikan hal yang lucu atau humor, tetapi¬†tetap terkait dengan topik presentasi anda. Ingat, jangan melemparkan humor yang bersifat menyerang siapapun yang kemudian dapat membangkitkan rasa antipati pada anda.

Mari dicoba… : )

—–

Ikuti lebih lanjut di-tag: Seri Presentasi.

Tip Presentasi dengan Menjawab 5W + H

September 27, 2014 Leave a comment

Sumber gambar: clker.com.

Sumber gambar: clker.com.

Menjadi presenter dalam sebuah seminar atau sidang atau semacamnya mungkin bukanlah hal baru bagi anda. Tetapi apakah sudah memperhatikan kesiapan-kesiapannya..?

Pada banyak pembelajaran teknik presentasi sering kita dengar mengenai 5W + H. Saya coba tulis kembali sebagai bahan pengingat saya sendiri, dan mungkin berguna bagi anda yang belum/lupa mengenainya.

Yang dimaksud dengan 5W + H adalah enam kata tanya dalam bahasa Inggris, yaitu: Who, What, When, Where, Why dan How. Keenamnya bisa dipakai dengan urutan yang tidak mesti sama.

Who

  • Pertanyaan ini yang berarti siapa¬†maksudnya adalah kita harus tahu siapakah hadirin atau pendengar presentasi kita.
  • Jika kita presentasi di depan para dosen dan profesor di mimbar akademis tentunya akan beda dengan presentasi di depan rekan-rekan komunitas membaca, misalnya. Presentasi di depan anggota DPR¬†akan berbeda dengan presentasi di depan anak-anak Taman Kanak-Kanak, contoh lain.
  • Pertanyaan ini terkait erat dengan bahan yang disiapkan dan kedalaman materinya.

What

  • What helps you remember. Kita harus siap dengan hal yang dapat mengingatkan kita akan materi yang sedang dipresentasikan. Misalnya kita tuliskan pada kertas keywords pada setiap slide yang kita tampilkan. Daftar keywords ini menjadi pengingat kita mengenai apa yang harus kita sampaikan.
  • What helps them remember. Buatkan isi slide yang akan membuat pendengar mengingatnya. Bisa berupa gambar atau kata-kata yang menarik. Tidak tabu jika kita tampilkan satu-dua kutipan bijak dari orang terkenal, tentunya yang relevan dengan isi presentasi.
  • What helps them understand. Buat materi yang sederhana, enak dilihat mata, dengan ukuran huruf yang sedang dan tidak terlalu banyak pointer. Animasi..? Boleh tetapi satu-dua saja. Sesuaikan dengan sikon. Intinya adalah membuat pendengar mengerti dengan mudah.
  • What helps you stay focused. Hati-hati dalam berimprovisasi, jangan sampai melebar kemana-mana. Usahakan tetap pada bahasan utama.
  • What helps you reduce your stress. Merasa stres dalam mengawali presentasi itu biasa. Tetapi cari cara untuk menguranginya. Setiap orang mempunyai cara sendiri. Ada yang dengan memakan permen, ada yang bercanda, ada yang minum segar dengan cukup. Temukan yang paling sesuai untuk anda.

Why

  • Pastikan sejak awal kita tahu mengapa kita harus berdiri di depan mimbar atau mempresentasikan materi tersebut. Jangan sampai kita sendiri tidak sadar sepenuhnya apa yang kita lakukan. Dengan menyadari ini maka kita lebih siap secara mental.

Where

  • Sebelum presentasi, kita harus tahu dimana lokasi dan kondisi tempat presentasi. Apakah dalam ruang, ataukah di lapangan, atau disuatu auditorium. Bagaimana dengan kelengkapan pendukung. Dapatkah file presentasi kita dijalankan di tempat tersebut dengan peralatan yang telah tersedia. Antisipasi mengenai hal ini penting sekali. Untuk itu datangi tempatnya sebelum waktu anda naik panggung.

When

  • Kapan waktu anda naik panggung, atau presentasi. Dengan mengetahui waktunya maka persiapan anda akan jauh lebih baik. Bersiaplah untuk perubahan waktu yang mendadak. Komunikasi yang baik dengan pemilik acara sangat dianjurkan.

How

  • Bagaimana membuat performa kita optimal saat presentasi..? Selain kesiapan kesehatan, maka dengan mendapatkan jawaban dari kelima pertanyaan diatas kita bisa menyusun strategi bagaimana tampil. Penyesuaian selalu ada setiap saat, tetapi jika kita sudah siap maka langkah kita akan ringan.

Demikian tip presentasi dengan menjawab pertanyaan 5W + H. Materi ini saya dapatkan dari perkuliahan dengan tajuk: Giving a Presentation. Semoga berguna.

*/ : )

—–

Ikuti lebih lanjut di-tag: Seri Presentasi.

Guru Memitrakan Murid itu Sesuatu

August 30, 2014 Leave a comment

Guru

Guru

Guru (atau dosen) penguasa satu matkul adalah raja kecil. Ia bisa menjadi makhluk yang ditakuti atau menjadi malaikat yang didambakan. Ia berhak mengatur segala aktivitas sepanjang semester berlangsung dan kata-katanya adalah peraturan.

Minggu ini, pada hari pertama saya mengikuti kuliah, mendapatkan hal seperti yang saya sebut diatas. Sang Profesor pengajar adalah penguasa tunggal pada mata kuliah ini. Ia cukup detil membuat silabus pertanggal kuliah. Semua sudah lengkap untuk sepanjang semester.

Dengan kekuasaannya ia mengatur semua sejak sebelum semester dimulai.

Hari itu, hari pertama kami bertemu dalam kelas. Hari pertama semester ini. Hari pengenalan seluk beluk mata kuliah yang akan diajarkan olehnya.

Sang Profesor mengajak kami memahami tiap materi yang akan dilalui, diberikan. Juga model ujian yang akan disajikan pada tengah dan akhir semester.

Ia menawarkan pada kami usulan mengenai materi atau silabus yang telah dibuat tadi. Usulan untuk perubahan atau tambah/kurang dari yang ada. Pendapat tentang model ujian. Aha, model ujian pun kami diminta pendapat.

Setelah melalui diskusi yang menarik, dimana semua mahasiswa diberi kesempatan memberikan masukan, maka dihasilkan beberapa kegiatan yang “versi mahasiswa” dimana sang Prof mengubah yang telah dibuatnya.

Perubahan bentuk ujian pun kemudian disesuaikan dengan masukan dari peserta kelas ini.

Kejadian hari itu membuat saya sebagai mahasiswa merasa “dimitrakan” oleh sang Profesor.

Itu sesuatu, pastinya…!

*/ : )

Posting ini terkait dengan tema blog di c2america.wordpress.com.

Dosen Mempengaruhi Masa Depan Mahasiswa

March 31, 2014 Leave a comment

Memperkenalkan pertanian pada anak-anak sekolah dasar.

Memperkenalkan pertanian pada anak-anak sekolah dasar di pesawahan.

Dalam salah satu pemberitaan daring, seorang menteri berpendapat impor komoditas pertanian akan terus dilakukan. Dalam tweetnya pun ia bersikukuh akan teori. Yang bikin ramai adalah tersenggolnya PTN Pertanian oleh sang menteri terkait dengan pekerjaan favorit para alumni.

Saya tidak perduli dengan keributan yang terjadi. Itu bukan fokus perhatian saya. Kejadian tersebut hanya mengingatkan saya…

Saya jadi ingat saat menjadi mahasiswa ataupun saat menjadi pengajar musiman di beberapa PT. Saya melihat bahwa apapun jurusannya, atau bidang keilmuannya, mahasiswa akan melihat kenyataan yang dicontohkan para dosen.

Saat mana dosen teriak-teriak mengenai idealisme keilmuan, tetapi dalam keseharian mencontohkan kehidupan yang kapitalis, ya mahasiswa akan mengikuti yang terlihat langsung.

Contohnya adalah mahasiswa mengalami kesulitan bertemu dengan dosen bukan karena dosen sibuk penelitian pada keilmuannya, tetapi karena dosen mroyek sana-sini. Alasan mroyek jelas sekali, kapital. Untuk apa..? Ya untuk kesejahteraan hidup.

Lalu apa yang tertanam dibenak mahassiswa? Mungkin: cukup selesaikan kuliah lalu carilah penghidupan sebaik-baiknya, masalah keilmuan itu bisa diatur nanti.

Bagi mahasiswa yang menyaksikan para dosennya asik dengan penelitian dan ketat dengan keilmuan, maka akan terpateri bahwa bidang ilmunya memang penting untuk kehidupan. Pantas untuk digeluti dan diperdalam kemudian.

Dunia pendidikan itu sederhana, tetapi perlu kekuatan lahir dan batin dalam menjalaninya. Manjadi guru atau dosen memang tidak gampang.

*/ : )

Categories: Warung Kopi Tags: , ,

Kompor Terbang untuk Mahasiswa

February 16, 2014 Leave a comment

Dalam beberapa kesempatan berdiri di depan kelas, dihadapan para mahasiswa, saya sering bercerita tentang perjalanan. Terbang ke berbagai pelosok daerah di Indonesia, dan beberapa lokasi di luar negeri ini.

Karena kebanyakan materi yang saya berikan adalah dalam dunia spasial, baik itu mengenai penginderaan jarak jauh (remote sensing) ataupun aplikasi Sistem Informasi Geografis (GIS), maka mudah bagi saya membelokkan materi menjadi¬†cerita jalan-jalan. Bercerita di hadapan rekan-rekan mahasiswa ini kemudian menjadi cara saya untuk¬†menghabiskan waktu yang tersedia… #ups… ūüėÄ

Rekan-rekan mahasiswa yang hadir bisa berjumlah tiga atau delapan orang. Bisa pula belasan atau puluhan. Mungkin ada yang hadir hanya tanda tangannya saja… ehm… Saya tidak mengurus masalah administrasi, saya lebih fokus pada penyampaian materi.

Mahasiswa yang hadir di ruang kelas atau laboratorium biasanya berasal dari banyak daerah, juga ada yang dari luar negeri, atau pernah ke luar negeri. Jadi sangat mudah saya mengaitkan daerah mereka dengan pengalaman saya saat bermain ke kampung halaman mereka.

Apa yang saya ceritakan di depan kelas..?

Apa saja yang alami di daerah tersebut. Agak detil dan juga dibumbui sedikit agar sedap terdengar. Kadang opini tentang kebijakan setempat juga dimasukkan. Tapi kebanyakan adalah bercerita tentang kondisi alam, yang indah dan yang memprihatinkan. Seringkali mahasiswa yang berada di daerah terbut tidak mengetahui lokasi atau isu yang ada di sana… hehe.

Saya juga bercerita jalan-jalan ketika saya blusukan ke pelosok negeri ini. Ke ujung paling Barat dan ujung paling Timur Indonesia juga saya ceritakan. Ke beberapa lokasi pelosok di negeri lain pun saya ceritakan. Semua dengan gambar/foto yang pernah saya rekam di sana. Juga dilengkapi dengan peta daring seperti Google Maps. Nih lo tempatnya..! ūüôā

Secara berseloroh saya tantang yang ada di dalam ruang itu: bagaimana…, apakah kamu bisa seperti ini..?

Saya yakin satu-dua-tiga orang yang hadir pasti antipati dengan tantangan saya itu. Belagu amat sih luu… barangkali begitu dalam hati mereka. Saya sadar akan adanya kemungkinan pendapat seperti itu. Saya nggak peduli. Pada banyak kesempatan saya selalu cerita semacam ini untuk lokasi dan kasus yang berbeda tentunya.

Apa tujuan saya bercerita belagu seperti ini..?

Tidak lain adalah untuk menggugah yang hadir agar berani keluar terbang jauh dan belajar dari yang dialami. Berani mencoba hal baru di tempat yang tidak dikenal sama sekali. Berani melakukan penaklukan akan daerah baru dalam hidupnya. Dan berani memperluas wawasan dalam perjalanan kehidupan mereka kelak.

Apakah berhasil..?

Saya tidak melihat hasil, karena itu bukan tugas dan target saya. Yang saya lihat adalah efektivitas dalam menjadi kompor di hadapan para mahasiswa ini. Dari pandangan dan respon bahasa tubuh akan terlihat jelas mana yang tertantang mana yang gak peduli. Saya fokus pada cara baru supaya yang tertantang akan lebih banyak dari yang cuek.

Dua-tiga-lima tahun kemudian saya mengetahui bahwa si Anu sekarang bekerja profesional di pulau itu, si Ani sekarang berada di seberang samudera melengkapi pengalaman sekolahnya, dan si Ano¬†semakin berkembang dengan bisnis globalnya. Sementara itu si Fulan selalu traveling antarpulau keliling Indonesia dengan risetnya, si¬†Fulun bekerja pada lembaga internasional, dan si¬†Fulin membangun lokasi kerjanya dan anak didiknya menggunakan metode kompor saya… ūüėÄ

Saya bersyukur, mereka telah berani terbang tinggi, menyebar kesana-kemari di permukaan bumi.

Saya berharap mereka menjadi virus bagi banyak generasi muda lainnya, untuk berani terbang tinggi.

: )

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=XHMafN-UEKw]
Categories: Dalam Kelas Tags: , , ,

Tweet: Kelulusan dikontes SNMPTN – #SNMPTN

July 8, 2012 2 comments

Tweet mengenai saat pengumuman kelulusan #SNMPTN 2012:

Read more…

%d bloggers like this: