Archive

Posts Tagged ‘guru’

Perangkat Elektronik/Gadget Dalam Proses Belajar Mengajar

September 22, 2014 Leave a comment

Peraturan penggunaan gadget dalam kelas.

Contoh peraturan penggunaan gadget dalam kelas.

Gadget atau perangkat elektronik sudah sangat biasa digunakan anak-anak sejak mereka “lahir”. Layar sentuh bukanlah hal yang aneh lagi, dan ini adalah keseharian mereka saat ini. Dari pagi bangun tidur hingga saatnya tidur malam hari gadget selalu di tangan, dalam beragam bentuk dan kegunaannya.

Pada sebagian sekolah SD/SMP/SMA dimana anak-anak saya sempat mengalami di Kota Bogor, pemakaian gadget adalah dilarang selama jam pelajaran. Bahkan ada yang melarangnya untuk hanya sekedar membawa masuk area sekolah. Alasannya tentunya beragam dan tidak saya bahas dalam tulisan ini.

Di sekolah anak saya saat ini kebijakan membawa dan menggunakan gadget adalah demikian: gadget dibolehkan dibawa ke sekolah dan dipergunakan sesuai kepentingan mata pelajaran yang sedang diikuti. Guru diberi kewenangan untuk mengatur tata tertib penggunaan gadget tersebut. Jika diperlukan maka silakan gunakan jika tidak maka terserah guru dalam mengaturnya lebih lanjut.

Semua orang tua diberi tahu mengenai kebijakan ini oleh Kepala Sekolah melalui tatap muka dan email pribadi. Sekolah membolehkan anak-anak membawa gadget tetapi tidak diharuskan bagi yang belum punya. Pembawaan gadget-pun harus disetujui oleh orang tua pada anaknya, dalam arti orang tua percaya bahwa gadget yang dibawa anaknya adalah selanjutnya tanggungjawab si anak. Hal ini terkait kerusakan yang dapat terjadi dalam keseharian kegiatan.

Salah satu contoh kebijakan penggunaan gadget oleh salah seorang guru adalah sebagai berikut:

  • Gadget diletakkan diujung meja dalam posisi tertelungkup.
  • Diset dalam modus silent.
  • Hanya boleh dipergunakan untuk keperluan khusus, misalnya untuk pencarian bahan di-internet.
  • Penggunaan gadget adalah personal, sehingga dilarang meminjamkan pada rekan lain, karena terkait dengan kerusakan yang bisa terjadi pada penggunaan yang salah.
  • Jika ada tanda atau pemberitahuan khusus maka gadget dilarang dipakai apapun.

Kalau dilihat sepintas, maka guru mempunyai kuasa yang besar akan semua aktivitas dalam kelas. Murid wajib taat akan peraturan ini. Sehingga penggunaan gadget dapat optimal sesuai dengan keperluan saat dalam kelas tersebut.

Perlu usaha ekstra keras untuk mewujudkannya, jika diperlukan. Inovasi guru yang didukung oleh pihak pimpinan sekolah tentunya akan menguntungkan semua pihak, terutama murid-murid.

Untuk para rekan guru: Adakah yang sudah mencoba hal semacam ini di kelas..? Bagaimana pengalaman anda..?

*/ : )

—–

Posting ini terkait dengan tema blog di c2america.wordpress.com.

Categories: Dalam Kelas, Dikdasmen Tags: , , , , , , ,

Pekerjaan Rumah untuk Orang Tua Murid

September 10, 2014 1 comment

Ilustrasi. (Sumber: NA)

Ilustrasi. (Sumber: NA)

Komunikasi antara orang tua murid dan guru itu asik. Banyak cara dilakukan oleh pihak guru secara personal atau melalui kegiatan sekolah bersama untuk berkomunikasi dengan orang tua murid. Kemampuan berkomunikasi antarpihak yang baik ini diyakini dapat membantu si anak dalam melakukan kegiatan di sekolah maupun di luar sekolah dan dapat meningkatkan kesepahaman antara pihak sekolah dan orang tua murid.

Siang hari ini saya mendapat email dari salah satu guru anak saya, yang isinya adalah keingintahuan guru mengenai si anak dari sudut pandang orang tuanya. Silakan simak berikut ini:

homeworkparents

Sang guru, dengan bahasa yang sederhana, memberikan “homework” pada saya dan saya diberi kebebasan untuk merespon atau mengabaikan. Jika merespon maka saya diminta untuk menyampaikan kondisi sebenarnya dari anak saya. Bentuk PR yang tidak biasa, tidak memaksa, dan tidak harus dikerjakan, tetapi justru membuat saya tertarik untuk meresponnya secepat mungkin, dengan jujur.

Jawaban saya kelak tentunya akan terlihat oleh sang guru “kebenarannya” saat melihat keseharian anak saya di sekolah. Dan akan terlihat juga apakah saya memahami anak saya dengan baik…

Terimakasih bu guru, sudah mengajak saya berpikir dan jujur. 🙂

*/ : )

—–

Posting ini terkait dengan tema blog di c2america.wordpress.com.

Categories: Dikdasmen, Warung Kopi Tags: , , ,

Guru Memitrakan Murid itu Sesuatu

August 30, 2014 Leave a comment

Guru

Guru

Guru (atau dosen) penguasa satu matkul adalah raja kecil. Ia bisa menjadi makhluk yang ditakuti atau menjadi malaikat yang didambakan. Ia berhak mengatur segala aktivitas sepanjang semester berlangsung dan kata-katanya adalah peraturan.

Minggu ini, pada hari pertama saya mengikuti kuliah, mendapatkan hal seperti yang saya sebut diatas. Sang Profesor pengajar adalah penguasa tunggal pada mata kuliah ini. Ia cukup detil membuat silabus pertanggal kuliah. Semua sudah lengkap untuk sepanjang semester.

Dengan kekuasaannya ia mengatur semua sejak sebelum semester dimulai.

Hari itu, hari pertama kami bertemu dalam kelas. Hari pertama semester ini. Hari pengenalan seluk beluk mata kuliah yang akan diajarkan olehnya.

Sang Profesor mengajak kami memahami tiap materi yang akan dilalui, diberikan. Juga model ujian yang akan disajikan pada tengah dan akhir semester.

Ia menawarkan pada kami usulan mengenai materi atau silabus yang telah dibuat tadi. Usulan untuk perubahan atau tambah/kurang dari yang ada. Pendapat tentang model ujian. Aha, model ujian pun kami diminta pendapat.

Setelah melalui diskusi yang menarik, dimana semua mahasiswa diberi kesempatan memberikan masukan, maka dihasilkan beberapa kegiatan yang “versi mahasiswa” dimana sang Prof mengubah yang telah dibuatnya.

Perubahan bentuk ujian pun kemudian disesuaikan dengan masukan dari peserta kelas ini.

Kejadian hari itu membuat saya sebagai mahasiswa merasa “dimitrakan” oleh sang Profesor.

Itu sesuatu, pastinya…!

*/ : )

Posting ini terkait dengan tema blog di c2america.wordpress.com.

%d bloggers like this: