Archive

Posts Tagged ‘Dosen’

Guru Memitrakan Murid itu Sesuatu

August 30, 2014 Leave a comment

Guru

Guru

Guru (atau dosen) penguasa satu matkul adalah raja kecil. Ia bisa menjadi makhluk yang ditakuti atau menjadi malaikat yang didambakan. Ia berhak mengatur segala aktivitas sepanjang semester berlangsung dan kata-katanya adalah peraturan.

Minggu ini, pada hari pertama saya mengikuti kuliah, mendapatkan hal seperti yang saya sebut diatas. Sang Profesor pengajar adalah penguasa tunggal pada mata kuliah ini. Ia cukup detil membuat silabus pertanggal kuliah. Semua sudah lengkap untuk sepanjang semester.

Dengan kekuasaannya ia mengatur semua sejak sebelum semester dimulai.

Hari itu, hari pertama kami bertemu dalam kelas. Hari pertama semester ini. Hari pengenalan seluk beluk mata kuliah yang akan diajarkan olehnya.

Sang Profesor mengajak kami memahami tiap materi yang akan dilalui, diberikan. Juga model ujian yang akan disajikan pada tengah dan akhir semester.

Ia menawarkan pada kami usulan mengenai materi atau silabus yang telah dibuat tadi. Usulan untuk perubahan atau tambah/kurang dari yang ada. Pendapat tentang model ujian. Aha, model ujian pun kami diminta pendapat.

Setelah melalui diskusi yang menarik, dimana semua mahasiswa diberi kesempatan memberikan masukan, maka dihasilkan beberapa kegiatan yang “versi mahasiswa” dimana sang Prof mengubah yang telah dibuatnya.

Perubahan bentuk ujian pun kemudian disesuaikan dengan masukan dari peserta kelas ini.

Kejadian hari itu membuat saya sebagai mahasiswa merasa “dimitrakan” oleh sang Profesor.

Itu sesuatu, pastinya…!

*/ : )

Posting ini terkait dengan tema blog di c2america.wordpress.com.

Dosen Mempengaruhi Masa Depan Mahasiswa

March 31, 2014 Leave a comment

Memperkenalkan pertanian pada anak-anak sekolah dasar.

Memperkenalkan pertanian pada anak-anak sekolah dasar di pesawahan.

Dalam salah satu pemberitaan daring, seorang menteri berpendapat impor komoditas pertanian akan terus dilakukan. Dalam tweetnya pun ia bersikukuh akan teori. Yang bikin ramai adalah tersenggolnya PTN Pertanian oleh sang menteri terkait dengan pekerjaan favorit para alumni.

Saya tidak perduli dengan keributan yang terjadi. Itu bukan fokus perhatian saya. Kejadian tersebut hanya mengingatkan saya…

Saya jadi ingat saat menjadi mahasiswa ataupun saat menjadi pengajar musiman di beberapa PT. Saya melihat bahwa apapun jurusannya, atau bidang keilmuannya, mahasiswa akan melihat kenyataan yang dicontohkan para dosen.

Saat mana dosen teriak-teriak mengenai idealisme keilmuan, tetapi dalam keseharian mencontohkan kehidupan yang kapitalis, ya mahasiswa akan mengikuti yang terlihat langsung.

Contohnya adalah mahasiswa mengalami kesulitan bertemu dengan dosen bukan karena dosen sibuk penelitian pada keilmuannya, tetapi karena dosen mroyek sana-sini. Alasan mroyek jelas sekali, kapital. Untuk apa..? Ya untuk kesejahteraan hidup.

Lalu apa yang tertanam dibenak mahassiswa? Mungkin: cukup selesaikan kuliah lalu carilah penghidupan sebaik-baiknya, masalah keilmuan itu bisa diatur nanti.

Bagi mahasiswa yang menyaksikan para dosennya asik dengan penelitian dan ketat dengan keilmuan, maka akan terpateri bahwa bidang ilmunya memang penting untuk kehidupan. Pantas untuk digeluti dan diperdalam kemudian.

Dunia pendidikan itu sederhana, tetapi perlu kekuatan lahir dan batin dalam menjalaninya. Manjadi guru atau dosen memang tidak gampang.

*/ : )

Categories: Warung Kopi Tags: , ,
%d bloggers like this: