Archive

Posts Tagged ‘Dikdasmen’

Mendebat Tisu Kamar Mandi

March 9, 2015 2 comments

Mari berdebat.

Mari berdebat.

Topik apa yang menarik untuk diperdebatkan di sekolah menengah atas? Tentang pemanfaatan dana anggaran pemerintah? Tentang etika para wakil rakyat di parlemen? Tentang naik-turunnya harga bensin?  Ah, tak usah jauh-jauh, mari berdebat tentang tisu kamar mandi.

Bagi anda yang memakai tisu di kamar mandi pastilah pernah menghadapi pertanyaan, yang mungkin tidak pernah ditanyakan ke orang lain: Bagaimana memasang tisu dengan benar? Apakah sisi tisu yang dikupas diletakkan di bagian dalam atau bagian luar dari tempatnya?

Seorang guru di high school mengajak anak didiknya untuk berdebat mengenai cara yang dianggap paling benar meletakkan tisu. Topik yang sangat sederhana tetapi cukup membuat kening berkerut dan memaksa dikeluarkannya teori mekanika, fisika, biologi dan juga berlandaskan etika sehari-hari dari para pesertanya.

Ada yang mau mencoba di kelasnya? 😀

*/ : )

—–

Posting ini terkait dengan tema blog di c2america.wordpress.com.

Categories: Dikdasmen, Warung Kopi Tags: , ,

Nilai-Nilai Pendidikan di Amerika

March 8, 2015 Leave a comment

... body, mind, and spirit.

… body, mind, and spirit.

Setiap negara mempunyai kebijakan akan penyelenggaraan kependidikan di tempatnya masing-masing. Begitu pula di Amerika yang mempunyai nilai-nilai dalam penyelenggaraan dan berlaku secara umum di semua negara bagiannya. Yang dimaksud dengan penyelenggaraan disini adalah untuk tingkat “wajib belajar” yaitu dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.

Beberapa nilai-nilai tersebut untuk sekolah negeri (public school) adalah sebagai berikut:

  • Pendidikan umum diselenggarakan tanpa dipungut biaya. Tidak dibolehkan memungut biaya kepada masyarakat dengan dalih untuk mendapatkan pendidikan yang baik.
  • Adanya kesetaraan dalam pelaksanaannya. Tidak boleh ada diskriminasi berdasarkan suku, agama, dan status ekonomi.
  • Sekolah tidak menyelenggarakan kegiatan keagamaan dan/atau kepercayaan. Sekolah menerima semua murid dari agama apapun. Tidak diperbolehkan memaksakan pembacaan kitab suci tertentu, kecuali sekolah khusus agama.
  • Sekolah negeri dikontrol oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dewan pendidikan tingkat pusat ataupun daerah memberikan masukan tetapi tidak mengendalikan penyelenggaraan kegiatan di sekolah. Kegiatan sekolah sepenuhnya dalam kendali sekolah yang bersangkutan karena dianggap lebih tahu kondisi daerah setempat.
  • Sekolah adalah wajib bagi semua penduduk pada usia antara 7 dan 16 tahun. Orang tua diharuskan menyekolahkan anak-anaknya.
  • Penyelenggaraan sekolah haruslah diperkaya oleh hal lain dan tidak hanya diberikan materi yang mendasar saja. Hal ini untuk menyeimbangkan pertumbuhan badan, pikiran, dan jiwa. Olah raga, kegiatan sosial, dan kegiatan seni kreatif adalah bagian dari pendidikan. Sekolah harus memerhatikan potensi terbaik dari masing-masing anak didiknya.

Ada beberapa kesamaan dengan di Indonesia, antara lain adalah wajib belajar bagi anak-anak dari sekolah dasar hingga menengah atas. Perbedaan juga terlihat jelas seperti misalnya pembiayaan dimana di tanah air belum disemua wilayah gratis untuk dikdasmen, dan biaya siluman yang menyertainya. 🙂

Pelajaran agama tidak diajarkan di public school karena Amerika memang tidak mendasarkan negaranya pada agama tertentu. Dari yang saya tahu (melalui anak-anak saya di Middle School dan High School), yang lebih ditekankan adalah pendidikan budi pekerti, seperti bagaimana menghargai orang lain (teman ataupun guru) dalam berinteraksi ataupun dalam semangat kerjasama tim.

Untuk agama atau kepercayaan diserahkan pada orang tua masing-masing, dimana mereka dapat menyekolahkan/mengikutsertakan anak-anaknya pada kegiatan di gereja, masjid, vihara, atau yang lainnya.

*/ : )

—–

Posting ini terkait dengan tema blog di c2america.wordpress.com.

%d bloggers like this: