Archive

Posts Tagged ‘C2A’

Penyetaraan Ijasah dan Penyaluran Siswa Pindahan

February 9, 2017 Leave a comment

Haslett High School, Michigan, USA.

Haslett High School, Michigan, USA.

Saat kepindahan anak dari sekolah di Luar Negeri ke Indonesia, hal pertama yang harus diantisipasi adalah bagaimana anak bisa melanjutkan sekolah di Indonesia sesuai prosedur yang berlaku. Hal ini saya alami disaat anak saya pindah di kelas 10 (kelas 1 SMA Indonesia yang setara dengan kelas 2 SMA di Amerika Serikat). Ketidaksamaan sistem pendidikan antara di Indonesia dan Amerika antara lain adalah jumlah kelas.

Di Amerika menganut sistem 5-3-4, atau SD 5 tingkat (kelas), lalu SMP 3 tingkat dan SMA 4 tingkat. Hal lain adalah saat si anak dari SMP ke SMA maka tidak ada ijasah atau sertifikat apapun. Kenaikan dari SMP ke SMA seperti kenaikan kelas biasa, dan anak kelas akhir SMP boleh mengambil matpel SMA dimana kredit yang didapat menjadi tabungan yang bisa digunakan saat ia di SMA.

Perbedaan-perbedaan ini menyebabkan adanya prosedur baku yang harus dilakukan saat mana anak yang sekolah asal di Luar Negeri pindah ke Indonesia, sesuai aturan pada Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Untuk bisa mendaftarkan anak saya masuk SMA di Indonesia maka yang saya lakukan adalah seperti dibawah ini.

Contoh kasus:

  • Siswa SMA pindahan dari Luar Negeri ke Indonesia
  • Proses yang dilakukan adalah:
    • Penyetaraan Ijasah SMP Luar Negeri melalui aplikasi daring Kemdikbud
    • Penyaluran Siswa Pindahan untuk masuk ke SMA di Indonesia melalui permohonan manual. Form tersedia pada Ditjen Pendidikan Dasar Kemdikbud, Senayan, Jakarta.

Aplikasi daring untuk Penyetaraan Ijasah (SMP):

  1. Kunjungi situs Kemdikbud di http://kemdikbud.go.id/ lalu pilih (klik) Perizinan dan Penyetaraan Ijazah.
  2. Akan terbuka Tab/Laman baru yaitu E-Layanan Ditjen Pendidikan Dasar Kemdikbud.
  3. Pada laman yang baru sila login sesuai e-mail dan sandi. Jika belum terdaftar maka klik DAFTAR, ikuti perintah dan konfirmasi pendaftaran yang akan dikirim melalui email. Pada laman pembuka ini juga terdapat keterangan pengoperasian aplikasi ini yang dapat diunduh dalam format pdf.
  4. Setelah login maka ada tiga pilihan proses untuk pengajuan permohonan, yaitu: Penyetaraan Ijasah, Izin Belajar untuk Warga Negara Asing, dan Penyaluran Siswa Pindahan.
  5. Pilih Tab PENYETARAAN IJASAH, isikan semua yang diharuskan untuk diisi, dan unggah (upload) dokumen yang diperlukan (semua dalam format JPG atau PNG). Dokumen yang diperlukan untuk diunggah:
    1. Pas foto.
    2. Passport
    3. Surat Keterangan dari Sekolah asal (di Luar Negeri) atau Surat Keterangan dari KBRI setempat.
    4. Transkrip nilai.
    5. Struktur Program Kurikulum (jika di website sekolah sudah ada maka tidak perlu diunggah).
    6. Akte kelahiran.
    7. Rapor tiga tahun terakhir.
  6. Segera setelah aplikasi terkirim (isian beserta dokumen) maka akan didapat bukti pendaftaran. Segera cetak untuk digunakan pada saat pengambilan berkas asli di Kemdikbud jika permohonan dikabulkan. Status DISETUJUI atau DIKEMBALIKAN diberitahu melalui email.

Aplikasi manual untuk permohonan Penyaluran Siswa Pindahan (tingkat SMA):

  • Form didapat dibagian layanan Ditjen Pendidikan Dasar Kemdikbud.
  • Isikan form lalu tandatangani.
  • Sertakan fotocopy dokumen yang diperlukan. Dokumen yang diperlukan adalah:
    • Passport
    • Surat Keterangan Pindah dari sekolah asal di Luar Negeri.
    • Surat Keterangan dari perwakilan RI setempat (KJRI/KBRI).
    • Transkrip Nilai atau rapor kelas terakhir.
  • Serahkan pada petugas di tempat.
  • Status DISETUJUI atau DIKEMBALIKAN diberitahu melalui email.

Form yang diperlukan untuk permohonan penyaluran siswa pindahan disediakan free oleh Ditjen Dikdasmen, dapat diisi di tempat atau dibawa pulang. Pengiriman/penyerahan harus secara langsung ke kantor Kemdikbud. Yang menyerahkan bisa siapa saja, si anak tidak harus hadir di sana. Demikian juga saat pengambilan berkas yang telah disetujui bisa dilakukan oleh siapa saja, asal membawa bukti pendaftaran.

Lokasi Layanan Dikdas Kemdikbud:

Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah
Jl. Jenderal Sudirman, Gedung E, Lantai 14
Senayan ‚Äď Jakarta

Apa yang dilakukan setelah mendapatkan surat keterangan Penyaluran Siswa?

Surat tersebut biasanya ditujukan ke Dinas Dikbud Kabupaten/Kota dimana sekolah sasaran si anak berada. Tetapi ada juga yang ditujukan ke Dinas Dikbud Provinsi karena (katanya) setingkat SMA semua urusan dilayani oleh Provinsi. Bawa surat tersebut, lalui prosedur dengan meminta Surat Keterangan berdasarkan surat dari Kemdikbud. Biasanya prosesnya mudah karena sudah ada surat dari Kemdikbud tadi. Setelah didapat surat dari Dinas Dikbud Kab/Kota/Prov (salah satu sesuai kewenangan yang telah ada di daerah anda) maka dapat digunakan sebagai pengantar dalam pendaftaran anak ke SMA yang dituju.

Sebaiknya selama proses berlangsung ortu telah mengunjungi SMA tujuan sehingga bisa lebih cepat proses penerimaan si anak. Yang perlu diingat adalah: JAUHI KESEMPATAN PUNGLI. ūüėÄ

Demikian pengalaman saya, semoga berguna.

*/ : )

‚ÄĒ

Referensi penting:

Contoh formulir yang ada:

Bentuk dan isian form ini adalah pada saat saya melakukan proses (Januari-Februari 2017). Tidak menjamin kesamaan form saat anda melakukan hal yang sama. Mungkin hanya bisa jadi gambaran informasi apa yang harus disiapkan.


Posting ini terkait dengan tema blog di c2america.wordpress.com.

Sejauh Mana Kamu Kenali Anakmu

February 19, 2016 Leave a comment

How well...

How well…

 

Sejauh mana kamu mengenali anakmu? Suatu senarai pertanyaan yang ditujukan pada orang tua dari guru pelajaran Biologi (bab¬†sex education) di grade 8 anak saya, yang harus dijawab. Judul senarai ini “How Well Do You Know Your Son or Daughter?”

Ini semacam quiz penyegaran bagi orang tua terhadap anaknya, dan juga bagi si anak terhadap orang tuanya. Karena si anak juga mendapat senarai pertanyaan yang serupa mengenai orang tuanya, atau orang dewasa yang tinggal bersamanya, dengan judul: “How Well Do You Know Your Parents?”

Mengapa saya katakan penyegaran? Karena pertanyaan-pertanyaannya sangat mendasar yang sering kali membuat kita (baik ortu maupun si anak) tertegun dan nggak bisa menjawab seketika. Misalnya pada pertanyaan untuk ortu: Siapakah penyanyi favorit anakmu? Ortu mana yang tau..? ūüėÄ

Nah bagaimana teknis pengerjaan senarai pertanyaan tersebut? Anak menjawab lembar bagiannya, dan pada waktu bersamaan ortu mengerjakan bagiannya sendiri. Setelah selesai, segera ngobrol membahas jawabannya, dengan santai tentunya. Jangan ada yang tersinggung walau apapun jawaban kedua belah pihak.

Kesalahan menjawab dalam jumlah sedikit akan menandakan kedekatan kita terhadap anak/ortu. Sebaliknya, jika jawaban banyak yang salah maka harus ada perbaikan hubungan kedua belah pihak.

Jangan sampai ortu merasa paling benar saat jawaban si anak lebih banyak salah dibandingkan dirinya. Toh, jika si anak menjawab lebih banyak salah, berarti sang ortu juga mempunyai kekurangan dalam mendidik dan juga kurangnya kebersamaan sehari-hari.

Saya sertakan salinan senarai pertanyaan ini, dalam format pdf, yang saya tulis ulang dari lembar aslinya. Mohon dicermati bahwa beberapa pertanyaan sangat tidak cocok jika diterapkan di Indonesia.

Ada yang mau mencoba? Sila unduh dengan klik disini.

Semoga berguna.

*/ : )

‚ÄĒ‚Äď

Posting ini terkait dengan tema blog di c2america.wordpress.com.

Categories: Warung Kopi Tags: , , ,

Pola Berpikir Strata Pendidikan

February 7, 2016 Leave a comment

Pola berpikir strata pendidikan.

Pola berpikir strata pendidikan.

Dalam tingkatan pendidikan, masing-masing murid mempunyai beban atau tantangan berpikir yang berbeda. Sedekat yang saya pahami, saya menggambarkan dalam bentuk seperti gambar diatas.

Strata-1 atau tingkatan sarjana

Dengan waktu belajar normal empat tahun, atau ya… mentok-mentok enam tahun, maka secara umum yang dipelajari adalah hal yang luas pada bidang masing-masing. Tugas akhir yang dilakukan¬†adalah pengerjaan suatu proses (sebut saja: metodologi), terlepas dari metodologi itu sudah sempurna atau belum. Saya menggambarkan sebagai piramida terbalik. Berangkat dari pemikiran yang sempit (titik) kemudian melebar (menjadi garis) diakhir sekolahnya. Yang dikerjakan buanyaak… menjadi alasan untuk nggak kelar-kelar… ūüėÄ

Strata-2 atau tingkatan pascasarjana (master)

Waktu belajar adalah 1 hingga 2 tahun, pada umumnya. Saya menggambarkan dalam bentuk trapesium. Berangkat dari pemikiran yang rada lebar untuk menghasilkan tulisan akhir masalah yang lebih sempit. Mengapa dalam gambar adalah dua trapesium yang berlawanan bentuk? Maksudnya adalah murid memulai studi dengan bekal yang sudah ada walaupun nggak terlalu banyak, kemudian menyempit ruang pemahamannya. Tetapi yang dikerjakan terbalik, kadang kala terpaksa melakukan kajian yang lebih lebar dari pemahamannya. ūüėÄ

Strata-3 atau tingkatan pascasarjana doktoral

Tingkatan ini biasanya dilalui dengan rentang waktu empat hingga enam tahun, bahkan delapan tahun, walau pada beberapa kasus ada yang hanya tiga setengah tahun selesai (seperti kata pak menteri ūüėČ ). Murid doktoral memulai studinya dengan bekal yang sangat baik, dan luas cakupannya. Seiring berjalannya waktu maka semua semakin menyempit ¬†dan fokus, hingga akhirnya adalah satu titik saja.

Semua strata ini¬†tentunya¬†ada fungsinya, sehingga tidak ada yang dilebihkan atau dikurangkan. Tidak ada yang bisa menyombongkan diri sekalipun ia sudah menjadi doktor, karena doktor itu sebenarnya ya tahunya setitik doang kok…

ūüėÄ

Wisata Sekolah Bersyarat

May 15, 2015 2 comments

Berita Mingguan dari Sekolah

Berita Mingguan dari Sekolah

Edaran sekolah, lembar dijital ini selalu hadir pada Jumat sore melalui email kesemua inbox orang tua murid. Isinya adalah mengenai kegiatan sekolah yang sedang dan akan dilakukan. Satu kali datang edaran mingguan dari Sekolah krucil yang masih di SMP (kelas delapan) memberitakan mengenai rencana wisata sekolah ke suatu tempat hiburan di Cedar Point (Oklahoma), suatu tempat keramaian sejenis Dunia Fantasi Ancol, yang terkenal akan “roller coaster”-nya.

Rencana ini adalah tawaran rekreasi khusus untuk murid kelas delapan. Akan dilaksanakan pada akhir semester, atau setelah semua ujian selesai. Tempat yang cukup jauh (tiga jam perjalanan via highway) dan berada di negara bagian lain. Wisata ini akan dikawal oleh tim guru dan menggunakan bus khusus yang disewa sekolah.

Bagi saya rencana kegiatan ini tiada bedanya dengan acara yang pernah anak-anak saya alami saat di Bogor. Mereka pernah pergi ke beberapa tempat keramaian/rekreasi dan dengan prosedur yang sama. Tetapi… tentunya ada perbedaan, bukan acaranya tetapi prosedurnya.

Berbiaya mahal dan solusinya

Karena Cedar Point merupakan salah satu tempat rekreasi besar di Amerika, tentunya biaya masuk dan lain sebagainya mahal. Belum lagi ditambah dengan ongkos perjalanan (sewa kendaraan) dengan jarak yang jauh. Untuk perjalanan ini biaya yang diperlukan per siswa adalah USD70. Bagi saya tentunya sangat mahal.

Sekolah rupanya telah mengantisipasi keberatan dari para orang tua murid. Kebijakan yang mereka tempuh adalah: bagi yang mampu silakan bayar penuh, selesai perkara. Sedangkan bagi yang tidak mampu (berkeberatan) ada tiga pilihan yaitu pertama membayar sebagian dimuka dan sisanya dicicil beberapa kali. Kedua, membayar hanya sebagian, dan sisanya ditanggung oleh sekolah. Dan yang ketiga, tidak membayar sama sekali karena sekolah yang akan menanggung semua.

Suatu kondisi yang menyenangkan semua pihak, karena memang sekolah telah mengantisipasi hal ini terjadi. Sedangkan orang tua tidak merasa dibebani karena diberi opsi yang banyak. ūüėÄ

Satu lagi, orang tua diwanti-wanti untuk membawakan bekal makanan bagi anaknya, dan membawakan uang tidak lebih dari USD25. ūüôā

Hanya yang memenuhi syarat

Siswa yang dibolehkan pergi hanyalah yang memenuhi syarat. Ada dua syarat utama, yaitu mempunyai nilai pelajaran yang bagus dan tidak sedang dalam hukuman sekolah.

Berhubung pemberitahuan kegiatan ini jauh-jauh hari (2-3 bulan sebelum), maka bagi siswa yang berminat tentunya sudah harus mempersiapkan diri: nilai harus baik dan tidak dalam hukuman.

Suatu syarat yang sangat lunak, sebenarnya, tetapi cukup membuat dorongan siswa untuk dapat mencapainya. Lunak..? Ya, karena logikanya adalah dengan mengikuti pelajaran secara normal maka akan didapat nilai yang bagus, dan dengan menjaga kelakuan secara standar saja maka tidak akan ada hukuman dari sekolah.

Dua hal diatas cukup menginspirasi saya untuk suatu kegiatan serupa, dimasa yang akan datang…

Atau anda mau mencoba..? ūüôā

*/ : )

Categories: Dikdasmen Tags: , , , ,

Mendebat Tisu Kamar Mandi

March 9, 2015 2 comments

Mari berdebat.

Mari berdebat.

Topik apa yang menarik untuk diperdebatkan di sekolah menengah atas? Tentang pemanfaatan dana anggaran pemerintah? Tentang etika para wakil rakyat di parlemen? Tentang naik-turunnya harga bensin?  Ah, tak usah jauh-jauh, mari berdebat tentang tisu kamar mandi.

Bagi anda yang memakai tisu di kamar mandi pastilah pernah menghadapi pertanyaan, yang mungkin tidak pernah ditanyakan ke orang lain: Bagaimana memasang tisu dengan benar? Apakah sisi tisu yang dikupas diletakkan di bagian dalam atau bagian luar dari tempatnya?

Seorang guru di high school mengajak anak didiknya untuk berdebat mengenai cara yang dianggap paling benar meletakkan tisu. Topik yang sangat sederhana tetapi cukup membuat kening berkerut dan memaksa dikeluarkannya teori mekanika, fisika, biologi dan juga berlandaskan etika sehari-hari dari para pesertanya.

Ada yang mau mencoba di kelasnya? ūüėÄ

*/ : )

‚ÄĒ‚Äď

Posting ini terkait dengan tema blog di c2america.wordpress.com.

Categories: Dikdasmen, Warung Kopi Tags: , ,

Nilai-Nilai Pendidikan di Amerika

March 8, 2015 Leave a comment

... body, mind, and spirit.

… body, mind, and spirit.

Setiap negara mempunyai kebijakan akan penyelenggaraan kependidikan di tempatnya masing-masing. Begitu pula di Amerika yang mempunyai nilai-nilai dalam penyelenggaraan dan berlaku secara umum di semua negara bagiannya. Yang dimaksud dengan penyelenggaraan disini adalah untuk tingkat “wajib belajar” yaitu dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.

Beberapa nilai-nilai tersebut untuk sekolah negeri (public school) adalah sebagai berikut:

  • Pendidikan umum diselenggarakan tanpa dipungut biaya. Tidak dibolehkan memungut biaya kepada masyarakat dengan dalih untuk mendapatkan pendidikan yang baik.
  • Adanya kesetaraan dalam pelaksanaannya. Tidak boleh ada diskriminasi berdasarkan suku, agama, dan status ekonomi.
  • Sekolah tidak menyelenggarakan kegiatan keagamaan dan/atau kepercayaan. Sekolah menerima semua murid dari agama apapun. Tidak diperbolehkan memaksakan pembacaan kitab suci tertentu, kecuali sekolah khusus agama.
  • Sekolah negeri dikontrol oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dewan pendidikan tingkat pusat ataupun daerah memberikan masukan tetapi tidak mengendalikan penyelenggaraan kegiatan di sekolah. Kegiatan sekolah sepenuhnya dalam kendali sekolah yang bersangkutan karena dianggap lebih tahu kondisi daerah setempat.
  • Sekolah adalah wajib bagi semua penduduk pada usia antara 7 dan 16 tahun. Orang tua diharuskan¬†menyekolahkan anak-anaknya.
  • Penyelenggaraan sekolah haruslah diperkaya oleh hal lain dan tidak hanya diberikan materi¬†yang mendasar saja. Hal ini untuk menyeimbangkan pertumbuhan badan, pikiran, dan jiwa. Olah raga, kegiatan sosial, dan kegiatan seni kreatif adalah bagian dari pendidikan. Sekolah harus memerhatikan potensi terbaik dari masing-masing anak didiknya.

Ada beberapa kesamaan dengan di Indonesia, antara lain adalah wajib belajar bagi anak-anak dari sekolah dasar hingga menengah atas. Perbedaan juga terlihat jelas seperti misalnya pembiayaan dimana di tanah air belum disemua wilayah¬†gratis untuk dikdasmen, dan biaya siluman yang menyertainya. ūüôā

Pelajaran agama tidak diajarkan di public school karena Amerika memang tidak mendasarkan negaranya pada agama tertentu. Dari yang saya tahu (melalui anak-anak saya di Middle School dan High School), yang lebih ditekankan adalah pendidikan budi pekerti, seperti bagaimana menghargai orang lain (teman ataupun guru) dalam berinteraksi ataupun dalam semangat kerjasama tim.

Untuk agama atau kepercayaan diserahkan pada orang tua masing-masing, dimana mereka dapat menyekolahkan/mengikutsertakan anak-anaknya pada kegiatan di gereja, masjid, vihara, atau yang lainnya.

*/ : )

‚ÄĒ‚Äď

Posting ini terkait dengan tema blog di c2america.wordpress.com.

The Singapore Statement on Research Integrity

November 9, 2014 Leave a comment

Singapore Statement on Research Integrity

Singapore Statement on Research Integrity

Prinsip-prinsip dan tanggung jawab yang ditetapkan dalam Pernyataan Singapura pada Integritas Penelitian (Singapore Statement on Research Integrity) merupakan upaya internasional pertama yang mendorong pengembangan terpadu kebijakan, pedoman dan kode etik, dengan tujuan jangka panjang pembinaan integritas yang lebih besar dalam penelitian di seluruh dunia.

Empat prinsip dasar:

  • Kejujuran ‚Ä©dalam ‚Ä©seluruh ‚Ä©aspek ‚Ä©penelitian
  • Akuntabilitas ‚Ä©dalam‚Ä© pelaksanaan‚Ä© penelitian
  • Kesopanan ‚Ä©dan‚Ä© keadilan‚Ä© profesional ‚Ä©dalam‚Ä© bekerja‚Ä© dengan‚Ä© orang ‚Ä©lain
  • Penatalaksanaan‚Ä© penelitian ‚Ä©yang ‚Ä©baik ‚Ä©atas ‚Ä©nama ‚Ä©orang ‚Ä©lain

14 tanggung jawab:

  1. Integritas:‚Ä© Peneliti‚Ä© harus ‚Ä©bertanggung jawab ‚Ä©atas ‚Ä©keterpercayaan ‚Ä©penelitian ‚Ä©mereka.
  2. 
Kepatuhan 
terhadap 
Peraturan: Peneliti
 harus menyadari 
dan 
menaati 
semua 
peraturan 
dan 
kebijakan menyangkut 
penelitian.
  3. 
Metodologi
 Penelitian: Peneliti
 harus 
menggunakan 
metodologi 
penelitian 
yang 
tepat, 
mendasarkan
 kesimpulan
 pada 
analisis 
yang 
kritis 
terhadap 
bukti 
dan
 temuan 
laporan 
dan 
interpretasi 
secara 
menyeluruh
 dan
 obyektif.
  4. 
Catatan 
Penelitian: Peneliti
 harus 
menyimpan
 catatan
 yang 
jelas 
dan
 akurat 
tentang 
semua 
penelitian
 sedemikian 
rupa 
sehingga 
memungkinkan
 verifikasi 
dan
 replikasi 
atas 
pekerjaan
 mereka 
oleh 
pihak 
lain.
  5. ‚Ä©Temuan‚Äźtemuan‚Ä© Penelitian: Peneliti‚Ä© harus ‚Ä©berbagi‚Ä©¬†data ‚Ä©dan ‚Ä©temuan ‚Ä©secara ‚Ä©terbuka ‚Ä©dan ‚Ä©seketika, ‚Ä©segera‚Ä©¬†setelah‚Ä© mereka‚Ä©mempunyai‚Ä© kesempatan ‚Ä©untuk‚Ä©¬†menetapkan ‚Ä©prioritas ‚Ä©dan ‚Ä©klaim ‚Ä©kepemilikan.
  6. 
Kepengarangan:
 Peneliti
 harus 
bertanggung jawab
 atas 
kontribusi
 mereka 
dalam 
semua 
publikasi,
 permohonan 
dana,
laporan
 dan 
representasi
 lain 
dari
 penelitian 
mereka. Daftar
 penulis
 harus 
mencakup 
semua
 dan 
hanya 
mereka 
yang
memenuhi
 kriteria
 kepengarangan
 yang 
berlaku.
  7. ‚Ä©Pengakuan‚Ä© Publikasi: Peneliti‚Ä© harus ‚Ä©mengakui‚Ä© dalam‚Ä©¬†publikasinya ‚Ä©nama‚Äźnama‚Ä© dan‚Ä© peran‚Ä© dari ‚Ä©mereka‚Ä© yang‚Ä©¬†memberikan‚Ä©kontribusi‚Ä© signifikan ‚Ä©pada ‚Ä©penelitian,‚Ä©¬†termasuk ‚Ä©penulis,‚Ä© penyandang‚Ä© dana, ‚Ä©sponsor, ‚Ä©dan ‚Ä©pihak‚Äźpihak ‚Ä©lain yang‚Ä© tidak‚Ä©memenuhi‚Ä© kriteria ‚Ä©kepengarangan.
  8. 
Tinjauan
 Sejawat: Peneliti
 harus 
memberikan
 evaluasi
 yang 
tepat 
waktu 
dan 
ketat 
dan 
menghormati
 kerahasiaan 
ketika
meninjau
 pekerjaan
 orang 
lain.
  9. 
Benturan 
Kepentingan: Peneliti
 harus 
mengungkapkan
 masalah
 keuangan
 dan 
benturan 
kepentingan 
lain 
yang
 dapat
mengompromikan
 keterpercayaan
 pekerjaan
 mereka
 dalam
 proposal
 penelitian, 
publikasi
 dan
 komunikasi
 publik 
serta 
dalam
 seluruh 
kegiatan
 peninjauan.
  10. 
Komunikasi 
Publik: Peneliti 
harus 
membatasi komentar
 profesional 
pada 
keahlian 
mereka 
yang 
diakui ketika 
terlibat 
dalam 
diskusi 
publik 
mengenai
 penerapan dan 
pentingnya 
temuan 
penelitian 
dan 
dengan 
jelas membedakan
 komentar 
profesional 
dari 
opini 
yang didasarkan 
pada 
pandangan
 pribadi.
  11. ‚Ä©Melaporkan ‚Ä©Praktik‚Äźpraktik ‚Ä©Penelitian ‚Ä©yang ‚Ä©Tidak¬†Bertanggungjawab:¬†Peneliti ‚Ä©harus ‚Ä©melaporkan ‚Ä©kepada ‚Ä©pihak‚Ä© yang ‚Ä©berwenang¬†setiap‚Ä©dugaan‚Ä© pelanggaran ‚Ä©penelitian, ‚Ä©termasuk¬†kebohongan, ‚Ä©pemalsuan ‚Ä©atau‚Ä© plagiarisme ‚Ä©dan ‚Ä©praktik‚Äźpraktik‚Ä© penelitian‚Ä© yang ‚Ä©tidak bertanggung jawab‚Ä© lainnya¬†yang ‚Ä©mendasari ‚Ä©keterpercayaan ‚Ä©dari ‚Ä©penelitian, ‚Ä©misalnya¬†kecerobohan, ‚Ä©pembuatan ‚Ä©daftar ‚Ä©penulis ‚Ä©yang ‚Ä©tidak ‚Ä©tepat,¬†tidak ‚Ä©melaporkan‚Ä© data ‚Ä©yang ‚Ä©bertentangan‚Ä© atau¬†penggunaan‚Ä© metoda ‚Ä©analitis ‚Ä©yang ‚Ä©tidak ‚Ä©benar.
  12. ‚Ä©Menanggapi‚Ä© Penelitian ‚Ä©yang ‚Ä©Tidak¬†Bertanggungjawab¬†Praktik‚Äźpraktik: Lembaga‚Äźlembaga‚Ä© penelitian‚Ä© serta ‚Ä©jurnal,¬†organisasi ‚Ä©profesional‚Ä©dan‚Ä© agensi ‚Ä©yang ‚Ä©mempunyai¬†komitmen‚Ä© pada ‚Ä©penelitian,‚Ä© harus ‚Ä©memiliki ‚Ä©prosedur¬†untuk ‚Ä©memberi‚Ä© tanggapan‚Ä© terhadap ‚Ä©dugaan‚Ä©pelanggaran¬†dan ‚Ä©praktik‚Äźpraktik ‚Ä©penelitian ‚Ä©yang ‚Ä©tidak¬†bertanggungjawab ‚Ä©lainnya‚Ä© dan ‚Ä©untuk ‚Ä©melindungi‚Ä© mereka¬†yang ‚Ä©melaporkan‚Ä©perbuatan‚Ä© tersebut‚Ä© dengan‚Ä© itikad‚Ä© baik.¬†Setelah‚Ä© pelanggaran ‚Ä©atau ‚Ä©praktik ‚Ä©penelitian ‚Ä©yang ‚Ä©tidak¬†bertanggungjawab ‚Ä©ditetapkan, ‚Ä©tindakan‚Ä©yang‚Ä© tepat ‚Ä©harus¬†segera‚Ä© diambil, ‚Ä©termasuk ‚Ä©memperbaiki‚Ä© catatan‚Ä© penelitian.
  13. ‚Ä©Lingkungan‚Ä© Penelitian: Lembaga‚Äźlembaga‚Ä© penelitian¬†harus ‚Ä©menciptakan ‚Ä©dan ‚Ä©mempertahankan ‚Ä©lingkungan¬†yang ‚Ä©mendorong ‚Ä©integritas‚Ä©melalui‚Ä© pendidikan,‚Ä© kebijakan¬†yang ‚Ä©jelas ‚Ä©dan ‚Ä©standar‚Ä© yang ‚Ä©wajar ‚Ä©untuk ‚Ä©peningkatan,¬†pada ‚Ä©saat ‚Ä©yang ‚Ä©sama ‚Ä©membina‚Ä© lingkungan ‚Ä©kerja‚Ä©yang¬†mendukung ‚Ä©integritas ‚Ä©penelitian.
  14. ‚Ä©Pertimbangan ‚Ä©kemasyarakatan: Peneliti ‚Ä©serta¬†lembaga ‚Ä©penelitian ‚Ä©harus‚Ä© mengakui‚Ä© bahwa‚Ä© mereka¬†memiliki‚Ä© kewajiban ‚Ä©etis ‚Ä©untuk‚Ä©menimbang ‚Ä©manfaat¬†kemasyarakatan‚Ä© terhadap ‚Ä©risiko‚Äźrisiko ‚Ä©yang ‚Ä©terkandung¬†dalam‚Ä© pekerjaan ‚Ä©mereka.

Singapore Statement diatas dihasilkan oleh 340 peserta dari 51 negara yang berpartisipasi dalam 2nd World Conference on Research Integrity yang meliputi researchers, founders, representatives of research institutions (universities and research institutes) dan research publishers. Dipublikasi pada 22 Desember 2010.

Sumber: Singapore Statement on Research Integrity. Salinan dokumen dapat diunduh dengan klik disini.

%d bloggers like this: