Home > Siswamaha, Warung Kopi > Pola Berpikir Strata Pendidikan

Pola Berpikir Strata Pendidikan


Pola berpikir strata pendidikan.

Pola berpikir strata pendidikan.

Dalam tingkatan pendidikan, masing-masing murid mempunyai beban atau tantangan berpikir yang berbeda. Sedekat yang saya pahami, saya menggambarkan dalam bentuk seperti gambar diatas.

Strata-1 atau tingkatan sarjana

Dengan waktu belajar normal empat tahun, atau ya… mentok-mentok enam tahun, maka secara umum yang dipelajari adalah hal yang luas pada bidang masing-masing. Tugas akhir yang dilakukan adalah pengerjaan suatu proses (sebut saja: metodologi), terlepas dari metodologi itu sudah sempurna atau belum. Saya menggambarkan sebagai piramida terbalik. Berangkat dari pemikiran yang sempit (titik) kemudian melebar (menjadi garis) diakhir sekolahnya. Yang dikerjakan buanyaak… menjadi alasan untuk nggak kelar-kelar…😀

Strata-2 atau tingkatan pascasarjana (master)

Waktu belajar adalah 1 hingga 2 tahun, pada umumnya. Saya menggambarkan dalam bentuk trapesium. Berangkat dari pemikiran yang rada lebar untuk menghasilkan tulisan akhir masalah yang lebih sempit. Mengapa dalam gambar adalah dua trapesium yang berlawanan bentuk? Maksudnya adalah murid memulai studi dengan bekal yang sudah ada walaupun nggak terlalu banyak, kemudian menyempit ruang pemahamannya. Tetapi yang dikerjakan terbalik, kadang kala terpaksa melakukan kajian yang lebih lebar dari pemahamannya.😀

Strata-3 atau tingkatan pascasarjana doktoral

Tingkatan ini biasanya dilalui dengan rentang waktu empat hingga enam tahun, bahkan delapan tahun, walau pada beberapa kasus ada yang hanya tiga setengah tahun selesai (seperti kata pak menteri😉 ). Murid doktoral memulai studinya dengan bekal yang sangat baik, dan luas cakupannya. Seiring berjalannya waktu maka semua semakin menyempit  dan fokus, hingga akhirnya adalah satu titik saja.

Semua strata ini tentunya ada fungsinya, sehingga tidak ada yang dilebihkan atau dikurangkan. Tidak ada yang bisa menyombongkan diri sekalipun ia sudah menjadi doktor, karena doktor itu sebenarnya ya tahunya setitik doang kok…

😀

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: