Home > Dalam Kelas, Dikdasmen > Perangkat Elektronik/Gadget Dalam Proses Belajar Mengajar

Perangkat Elektronik/Gadget Dalam Proses Belajar Mengajar


Peraturan penggunaan gadget dalam kelas.

Contoh peraturan penggunaan gadget dalam kelas.

Gadget atau perangkat elektronik sudah sangat biasa digunakan anak-anak sejak mereka “lahir”. Layar sentuh bukanlah hal yang aneh lagi, dan ini adalah keseharian mereka saat ini. Dari pagi bangun tidur hingga saatnya tidur malam hari gadget selalu di tangan, dalam beragam bentuk dan kegunaannya.

Pada sebagian sekolah SD/SMP/SMA dimana anak-anak saya sempat mengalami di Kota Bogor, pemakaian gadget adalah dilarang selama jam pelajaran. Bahkan ada yang melarangnya untuk hanya sekedar membawa masuk area sekolah. Alasannya tentunya beragam dan tidak saya bahas dalam tulisan ini.

Di sekolah anak saya saat ini kebijakan membawa dan menggunakan gadget adalah demikian: gadget dibolehkan dibawa ke sekolah dan dipergunakan sesuai kepentingan mata pelajaran yang sedang diikuti. Guru diberi kewenangan untuk mengatur tata tertib penggunaan gadget tersebut. Jika diperlukan maka silakan gunakan jika tidak maka terserah guru dalam mengaturnya lebih lanjut.

Semua orang tua diberi tahu mengenai kebijakan ini oleh Kepala Sekolah melalui tatap muka dan email pribadi. Sekolah membolehkan anak-anak membawa gadget tetapi tidak diharuskan bagi yang belum punya. Pembawaan gadget-pun harus disetujui oleh orang tua pada anaknya, dalam arti orang tua percaya bahwa gadget yang dibawa anaknya adalah selanjutnya tanggungjawab si anak. Hal ini terkait kerusakan yang dapat terjadi dalam keseharian kegiatan.

Salah satu contoh kebijakan penggunaan gadget oleh salah seorang guru adalah sebagai berikut:

  • Gadget diletakkan diujung meja dalam posisi tertelungkup.
  • Diset dalam modus silent.
  • Hanya boleh dipergunakan untuk keperluan khusus, misalnya untuk pencarian bahan di-internet.
  • Penggunaan gadget adalah personal, sehingga dilarang meminjamkan pada rekan lain, karena terkait dengan kerusakan yang bisa terjadi pada penggunaan yang salah.
  • Jika ada tanda atau pemberitahuan khusus maka gadget dilarang dipakai apapun.

Kalau dilihat sepintas, maka guru mempunyai kuasa yang besar akan semua aktivitas dalam kelas. Murid wajib taat akan peraturan ini. Sehingga penggunaan gadget dapat optimal sesuai dengan keperluan saat dalam kelas tersebut.

Perlu usaha ekstra keras untuk mewujudkannya, jika diperlukan. Inovasi guru yang didukung oleh pihak pimpinan sekolah tentunya akan menguntungkan semua pihak, terutama murid-murid.

Untuk para rekan guru: Adakah yang sudah mencoba hal semacam ini di kelas..? Bagaimana pengalaman anda..?

*/ : )

—–

Posting ini terkait dengan tema blog di c2america.wordpress.com.

Categories: Dalam Kelas, Dikdasmen Tags: , , , , , , ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: