Home > Dalam Kelas > Menguji dengan Sandal

Menguji dengan Sandal


Sandal adalah alas kaki, semua orang juga tahu. Tapi pantaskah dalam acara resmi tak terhindar memakai sandal, karena tak sengaja..?

Satu saat saya mendapat undangan untuk menguji. Ujian ini adalah sidang komisi (sidkom) untuk salah satu mahasiswa strata-2 bimbingan saya. Waktu undangan adalah jam 9 pagi, dan saya berangkat dari rumah jam 8, cukuplah untuk waktu tempuh pada jarak sekitar 18 Km yang disertai macet dibeberapa lokasi.

Seperti biasa, saat mengemudi mobil saya lebih suka tidak memakai alas kaki. Cukup dengan pakai kaus kaki dan pakai sendal, kemudian simpan sepatu di mobil. Sesampai di kampus pakai sepatu dulu baru turun dari mobil.

Pagi itu juga demikian. Dengan kaki yang masih terasa letih luar biasa karena baru pulang dari survey di Pagaralam, saya segera menuju kampus. Sampai kampus sesuai dengan waktu mendekati jam 9 pagi.

Sampailah di kampus jam 9 kurang 15. Segera parkir mobil, kemudian bersiap memakai sepatu yang sudah disiapkan… Eh, disiapkan..? Mana sang sepatu..? Liat semua sudut dalam mobil tak terlihat sepatu barang satupun (jumlah sepatu kan mestinya dua ya..?).

Aha, tak ada sepatu sama sekali. Kesimpulan: sepatu saya pastilah tertinggal. Sepatu yang hanya satu-satunya itu tak terbawa untuk acara yang penting dan resmi ini. Duh…!

Berhubung waktu mepet, maka segeralah turun dari mobil dengan beralas sandal, segera menuju ke ruang ujian.

Saat bertemu dengan dosen penguji lain, tanpa diminta atau ditanya, saya segera menjelaskan bahwa saya tidak memakai sepatu hari itu, kaki saya masih terasa sakit. Sakit..? Ya, ini memang bener sakit, akibta terperosok tebing saat di Pagaralam beberapa hari lalu. Jadi alasan “tepat”… hehehe…

Saya nggak tahu apakah sang mahasiswa tahu kondisi saya sebenarnya atau nggak. Dan apakah dia nyadar bahwa salah satu pengujinya hanya pakai sandal, karena dia terlihat sudah cukup sibuk dengan persiapan materi presentasinya sendiri.

: )

Gambar: ilustrasi; Sumber: http://tlloh.com.

Categories: Dalam Kelas Tags: ,
  1. December 30, 2012 at 7:48 am

    Ha…ha…ketawa saya Pak baca tulisan ini. Ini tentu akibat sibuk berat ya Pak…sehingga sepatu saja sampai ketinggalan… Bagaimana kabar Pak?

    • December 30, 2012 at 9:00 pm

      Pak Nug, alhamdulillah baik. Lama tak sua : )

      Hehe, bukan karna sibuk pak, tapi memang lupa banget, dan baru kali itu saya lupa bawa sepatu, padahal sudah pake kaus kaki…
      : ))

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: