Home > Warung Kopi > Hadirnya LKS Bang Maman, Komunis, dan Miyabi

Hadirnya LKS Bang Maman, Komunis, dan Miyabi


LKS bang Maman Komunis Miyabi

LKS bang Maman, Komunis, dan Miyabi

Lembar Kerja Siswa (LKS) adalah suatu lembaran tugas yang diisi oleh peserta didik. Biasanya dibagikan ke siswa untuk dikerjana di rumah sebagai bahan pendalaman atau tugas tambahan. LKS merupakan bagian dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

LKS semakin populer setelah ada kisah bang Maman dari Kali Pasir, isian ideologi komunis, dan terakhir adalah hadirnya foto artis Miyabi.

Masing-masing kasus tersebut hadir secara terpisah dan selalu menghebohkan dunia persilatan pendidikan, sejenak. Ya, sejenak, dan kemudian akan hadir kasus baru yang serupa di lokasi lain lagi.

Mengapa demikian?

Saya melihat hal ini dari sisi kepemimpinan yang berwenang pada materi. Apakah pada tingkat guru  koordinator, Kepala Sekolah, Kepala Dinas tingkat Kota/Kabupaten atau Provinsi, atau bahkan mungkin di tingkat nasional. Semua ada kemungkinan lalai dalam melaksanakan kepemimpinannya, sehingga banyak hal “remeh temeh” terlewat dari pantauan.

Pembuatan LKS adalah hal serupa dengan pengerjaan tugas apapun dibidang manapun. Suatu tugas yang selalu ada tenggat waktu, dan biasanya dilakukan selalu pada saat kepepet. Waktu yang singkat membuat para pekerja menjadi tidak cermat dalam menyusun materi.

Bagi anda yang pernah melakukan pekerjaan pada saat mendekati waktu tenggat pastilah paham dengan apa yang saya maksud. Ketergesaan karena terbatasnya waktu dapat menimbulkan keinginan “asal selesai”. Dan tidak jarang dalam kasus demikian tiba-tiba timbul “ide gila” dengan alasan yang sangat tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Kegilaan ide yang dituangkan kadang-kadang dianggap sebagai hal yang lucu. Ada bahan untuk membuat lelucuan saat LKS kemudian dikerjakan oleh siapapun. Dan “kelucuan” ini sama sekali tidak lucu saat kita berpikir lebih jernih terkait dengan siapa yang mengerjakan apa.

Para pimpinan, yang seharusnya lebih bertanggungjawab akan isi, seringkali abai dengan isi. Karena sudah menjadi hal umum saat mana sang pimpinan memberikan instruksi maka sampai disitu saja dan selesai. Selebihnya adalah hasil yang harus (bahkan kadang tidak sempat) dilihat oleh sang penyuruh tadi.

Hal ini dapat diperparah saat mana sang pimpinan adalah orang yang tidak kompeten pada bidangnya. Maksudnya?

Banyak kita temui sang pesuruh (sebutan lain dari pimpinan) bukanlah orang yang mempunyai keahlian dalam bidang yang ia pimpin. Sangat berbahaya jika terjadi dalam dunia pendidikan. Dan ini sudah terjadi di banyak dinas pendidikan di berbagai pemerintah daerah di tanah air tercinta ini.

Untuk mudahnya, tahukah anda rekam jejak dari kepala dinas pendidikan dimana anda tinggal saat ini? Mempunyai kompetensikah ia di bidang pendidikan? Ini hanya salah satu contoh pada satu level.

Jika para pimpinan dari berbagai level yang telah saya tulis diatas adalah orang yang tidak mempunyai kompetensi dibidangnya, pendidikan, maka akan muncul lagi kasus LKS seperti yang ada saat ini.

Kembali ke LKS Miyabi. Artis Miyabi dalam LKS tersebut tidak salah, bahkan ia tampil dengan busana yang sopan. Tetapi untuk mendeskripsikan tentangnya memang diperlukan imajinasi seperti saat melihat gambar diatasnya yang tanpa bus**a… ups…

: )

  1. September 22, 2012 at 11:50 am

    tanpa bus… upss… penasaran isi lembar yang memuat gambar miyabi itu tentang apa yak? barangkali penulis yang memuat gambar miyabi itu asal comot gambar perempuan jepang yang kebetulan Miyabi lah yang terpilih karena kekurang tahuan penulisnya… seperti biasa kebiasaan mengesampingkan hak cipta gambar, jadi asal comot dari internet

    • September 22, 2012 at 11:58 am

      Itu dia kang Alif, asal ambil bisa terjadi kala tertekan tenggat, atau karna memang kerja asal-asalan.
      : )

  2. September 22, 2012 at 12:19 pm

    Duh Maria Ozawa… untung bkn yg tanpa bus**a🙂
    Pertanyaan dr orang awam: Apakah ada unsur kesengajaan? Ada motif tertentu? Masa yang buat ga kenal sama miyabi? Pas ambil gambar ga ada informasi siapa gambar itu? Trus pihak yang pakai LKS ga ngecek dulu, taunya pas sdh dipakai…

    • September 22, 2012 at 12:32 pm

      @masfajar, Bisa terjadi seperti kata kang alif diatas, asal ambil gambar. Atau memang mau lelucuan tapi nggak lucu.

  3. September 22, 2012 at 2:09 pm

    utk kasus miyabi kalau asal comot artinya ketidaktahuan (tidak peduli?) terhadap HAKI dari gambar tsb. Tapi asal comot ga juga kayaknya asal karena “beliau” yang ngambil via google misalnya, HARUS mengetik sesuatu di kolom search hehe… mungkinkah diketik “artis jepang” artinya memang penulis NGEFANS sama artis jepang🙂 dan apa mungkin ngefans sama jepang tp ga tau siapa miyabi #aha

  4. September 22, 2012 at 7:31 pm

    Teerlepas dari bagaimana gambar itu bisa nongol di LKS memang sudah sewajarnya berbagai kalangan yang terkait mulai menyeleksi secara ketat peredaran LKS, isi dan kesesuaian nya dengan kurikulum yang berlaku
    *Pengalaman bantuin pe er anak les yang soalnya gak jelas :p *

    • September 23, 2012 at 1:48 pm

      Betul kang Siro, kontrol kualitas harus ada.

  5. September 23, 2012 at 11:16 pm

    Sudah berulang kali ya pak…seperti ini masuk ke buku pelajaran ㋡ semoga kedepannya lebih baik aminn

    • October 25, 2012 at 6:02 pm

      Betul teh, berulangkali, semoga nggak terjadi lagi.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: