Home > Penugasan, Tugas Akhir, Warung Kopi > Saatnya teguran datang, untuk dosen

Saatnya teguran datang, untuk dosen


theyoungandtheprecious.com

Pemberitahuan melalui surat mengenai keterlambatan/batas waktu penyelesaian skripsi ataupun thesis adalah hal biasa. Dapat terjadi pada tingkatan S1, S2 ataupun bahkan S3. Banyak kasus ditemui (atau dialami?) mengenai teguran semacam ini.

Penyebab dari datangnya pemberitahuan ini tentunya berlatarbelakang beragam kasus. Ada yang berasal dari “kesalahan mahasiswa”, dan tidak menutup kemungkinan pula disebabkan oleh “kesalahan dosen”.

Kesalahan mahasiswa, ini buanyak kasusnya. Bisa terjadi karena sang mahasiswa memang tidak mampu lagi untuk menyelesaikan kuliahnya karena kemampuan intelektualnya, kemampuan kesehatan fisik atau jiwanya, ada juga karena kemampuan finansialnya, ada juga karena kemampuan fokus dari kehidupannya (sudah berpenghasilan dan ini lebih menarik daripada kuliah), dan banyak lagi yang lainnya.

Kalau dari sisi dosen, apa saja kesalahan yang dapat ditimbulkan..?

Pada umumnya jumlah mahasiswa yang diperbolehkan dibimbing oleh seorang dosen dibatasi. Ini adalah untuk membuat rasio antara mahasiswa dan dosen pembimbing menjadi “masuk akal”, tentunya dari segi keilmuan dan juga waktu bimbingan. Pembatasan yang telah diberikan terkadang tetap tidak menyelesaikan problem yang terjadi kemudian hari, saat mana waktu bimbingan milik pak/bu dosen tergerus oleh waktu dalam menyelesaikan pekerjaan lainnya. Pekerjaan lain itu dapat berupa pekerjaan resmi dari penugasan kampus ataupun hal diluar penugasan.

Waktu pembimbingan mahasiswa dari dosen pembimbing yang telah tergerus seperti ini mangakibatkan terpinggirkannya si mahasiswa bimbingan. Saat mana sang mahasiswa memerlukan diskusi atau tatap muka, maka kendala utama adalah jadwal sang pembimbing yang tidak bisa diganggu gugat. Semua jadwal pertemuan pembimbingan dapat tercoret tanpa tersurat, dan diharuskan permakluman “yang terpaksa”. Maka waktu penelitian sang mahasiswa pun akan semakin molor dan molor.

Bahaya akan muncul saat mana surat teguran datang dari pihak yang berwenang di kampus. Maka biasanya sang mahasiswalah yang kemudian menjadi sasaran tembak yang paling baik… dor…

Adalah suatu hal yang bijak bilamana sang dosen lah yang ditegur lebih dulu dan diminta untuk memperbaiki kinerja bimbingannya. Kalaupun ada masalah yang terjadi pada si bimbingan maka sebaiknya dibantu secara maksimal oleh sang pembimbing dan (jika perlu) oleh pihak kampus.

Tidak ada alasan sang dosen terlalu sibuk untuk tidak peduli dengan bimbingannya. Walau tidak menutup kemungkinan justru mahasiswa bimbingan yang terlalu sibuk untuk bisa peduli pada tugas akhirnya…

; )

  1. March 31, 2012 at 7:57 pm

    baru terasa perjuangan kuliah ketika mengerjakan tugas akhir, ketemu dosen saja susah, kadangkala juga khawatir menggannggu waktu dosennya🙂

    • April 2, 2012 at 10:57 am

      begitulah mas, terasa “harus akrab” dengan dosen melebihi siapapun😀

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: