Home > Warung Kopi > Say Hello from Agus ya… (tribute to AF)

Say Hello from Agus ya… (tribute to AF)


Tahun 2009, tahun pertama saya bertemu dan kenal dengan mas Agus. Dalam pertemuan pertama dalam kelas, saat sebelum memulai praktik Fundamental GIS, itulah saya mengenalnya. Dan kesimpulan pertama adalah: Agus adalah mahasiswa berkarakter pendiam.

Minggu-minggu selanjutnya semakin membuktikan bahwa mas Agus memang pendiam dibandingkan rekan-rekan lainnya dalam kelas 2009 ini. Pendiam tapi tidak berarti lambat dalam mengikuti pelajaran, walau hampir semua yang ia pelajari adalah hal baru baginya.

Mas Agus mempunyai latar belakang pendidikan pertanian, dan ia adalah salah satu guru SPMA di Singkawang, Kalimantan Barat (maaf kalau salah kota). Dan saat menempuh strata-2 di Master of Science in Information Technology for Natural Resources Management (MIT-IPB) yang ia pelajari memanglah “rada jauh” dari apa yang telah ia kenal sebelumnya.

Hal ini yang tentunya membuat ia agak berat dalam menjalani penerapan semua ilmu yang dijejalkan oleh dewan pengajar. Tapi waktu membuktikan bahwa semua itu bisa dilalui dengan baik. Terbukti kemudian, mas Agus bisa menyelesaikan studinya tepat waktu dengan hasil yang baik pula.

Walau kemudian setelah lulus mas Agus tidak sempat menyiarkan ilmu yang didapatnya. Ia sakit dan dirawat di Rumah Sakit di jakarta, dan karena itu pula ia tak sempat ikut menikmati keindahan pergelaran wisuda bersama rekan-rekannya yang lain.

Lama tak terdengar kabarnya, dan akhirnya pada tanggal 5 Februari 2012 saya mendengar kabar akan kepergian mas Agus, kepergian selama-lamanya kembali ke Sang Pencipta. Ia meninggal dengan ditunggui oleh keluarga tercinta di kota Ketapang, Kalimantan Barat.

Yang selalu terbayang oleh saya adalah:

Saat bercanda (baca: “ngerjain”) dengan mas Agus di dalam lab komputer, dengan mengikuti iklan produk “3” yang selalu tayang di televisi saat itu. Niat saya saat itu hanya satu: membuat mas Agus bisa tertawa lepas seperti rekan-rekannya yang lain… Agak berhasil…

Selain itu saya juga teringat saat bersama beliau dan rekan-rekan mahasiswa angkatan 2009 ke Cibodas dalam rangka bermain dan belajar GPS dan mencari TTG (Titik Tinggi Geodesi) di sepanjang Cipanas – Cisarua.

Saya yakin, kebersamaan anda dengan rekan-rekan selama di MIT-IPB tidaklah sia-sia, karena banyak pelajaran yang kami timba dari mas Agus.

Semoga Allah memberi ketabahan dan kekuatan pada keluarga yang ditinggalkan.

Selamat jalan mas Agus Fitriadi.

Categories: Warung Kopi Tags:
  1. February 15, 2012 at 10:13 am

    Sungguh kenangan yang indah untuk dikenang saat kami masih bersama jatuh bangun untuk bertahan menjadi mahasiswa MIT IPB (suatu mimpi yang harus diraih).
    Pada hari-hari pertama bertahan hidup di Bogor, kami kost bersama di satu kamar yang sempit untuk dipakai seorang diri, apalagi berdua. Ibu kost hanya menyediakan sebuah kasur yang tipis berukuran single, yah kami harus berbagi kasur lagi… untung pak Agus mempunyai selimut tebal yang dapat kami modifikasi menjadi alas tidur sehingga untuk sementara masalah sudah terpecahkan. kondisi ini berjalan kurang lebih satu bulan hingga beliau mendapatkan kamar yang telah dijanjikan ibu kost, tepat disebah kamar saya.

    banyak suka dan duka kami lalui bersama sama dengan teman seperjuangan yang mendapatkan beasiswa dari kementerian pertanian maupun bersama teman seangkatan lainnya. pak agus dikenal sebagai seorang muslim yang taat yang sering kali mengingatkan teman teman yang lain untuk sholat dan beribadah. acapkali opininya digunakan untuk meredakan dan memecahkan masalah internal dalam kelas saat semua teman tak mau lagi mengalah dalam berdebat, sungguh pak agus amat bijaksana dan hidup secara sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

    walau terkesan pendiam dan serius pak agus sesungguhya seorang yang menyenangkan dan jenaka dalam bertuturkata (ala melayu Kalimanatan Barat, walau sesunggunya ia bersuku Jawa). Pak agus dikenal sebagai seorang yang setia kawan dan berpendirian teguh serta tetap mempertahankan pendiriannya walau keadaan kurang mendukungnya,

    dua tahun tak terasa kamipun telah menyelesaikan tugas sebagai mahasiswa, sampai akhirnya kami harus pulang kampung untuk mengurus ternak di kandang masing-masing. kami masih sering kontak telepon dan sms hingga pada bulan November 2011 yang lalu beliau mengabarkan bahwa ia terkena gangguan fungsi hati.

    Akhir bulan Januari merupakan telepon saya yang terakhir untuk mendengar suaranya. walau nada suaranya sudah berat ia masih mau bercerita tentang semangatnya untuk sembuh, dua minggu berselang saya menelpon untuk menanyakan kondisi terakhir namun diujung telepon ibu agus mengabarkan bahwa pak agus telah pergi meninggalkan kami. Beliau telah memenangkan pertempuran dalam hidupnya untuk tetap setia dalam pendirian dan idealismenya. Satuhal yang belum sempat saya katakan pada pak agus..”pak agus seorang muslim yang taat sementara saya seorang kristen yang “cowboy” namun kita bisa saling memberi dalam segala kekurangan dan kelebihan kita, andai kehidupan di negara ini juga bisa seperti persahabatan kita, maka hidup di nusantara ini akan lebih indah”

    Selamat jalan pak, salut buat persahabatan kita.

    • February 15, 2012 at 11:16 am

      terimakasih mas Bogath atas cerita persahabatannya dengan mas Agus. Sangat menyentuh.

  2. Bunda MY
    February 17, 2012 at 10:21 am

    Banyak cerita indah untuk dikenang mulai menjadi mahasiswa MIT IPB sampai selesai hanya bermodalkan semangat dan kebersamaan, kami jatuh bangun membenahi diri mulai dari bahasa pengantar kuliah yang tidak dikuasai sampai tugas2 yang serba asing bak makanan asin tapi harus dimakan untuk melangsungkan hidup. Kami selalu saling belajar dari kami untuk kami dan oleh kami, baik motivasinya, keserhanaannya, keuletannya, sampai diam pun itu adalah sesuatu yang perlu diteladani.

    Saya ingat awal perjuangan kami yaitu saat itu bulan Juli 2009, saya dapat telepon dari Pak Agus, Beliau memberkenalkan diri kalau dari SPP Singkawang Kalimantan Barat (Kami memang belum kenal sebelumnya), singkat cerita kami sepakat akan bertemu dan mencari kos bersama-sama, kami juga saling memberi motivasi karena kami tidak tahu apa dan bagaimana kuliah di jurusan yang ilmunya baru bagi kami.

    Singkat cerita saya terlebih dahulu ke Bogor (Karena saya menghadiri undangan HUT Pramuka di Cibubur) dan saya juga yang terlebih dahulu dapat kos. Maka saya dengan senang hati mencoba mencari kos buat temen2 yang lain, Dan hari yang di tunggupun tiba Pak Agus bersama Jagoannya datang ke tempat kosku, beberapa jam kemudian diikuti Pak Yudi dan Pak Bogarth, Alhamdulillah kos yang saya carikan disetujui oleh temen2 (gak ada pilihan lain, hehehe) karena tidak jauh dari kampus MIT..Kebersamaan kami terus berlanjut sampai di semester akhir (saat penyusunan tesis), Beliau lebih banyak bergabung di dormitori MIT, masih ingat saya keuletan dan kesabaran Pak Agus. tidak jarang saya melihat Pak Agus tertidur di sofa dormitori MIT karena kecapekan kerja pagi, siang, malam bahkan ke pagi lagi guna mengejar waktu tapi tidak ada sepatah kata pun keluhan dari bibir beliau..Sungguh pantes sahabatku ini diberi julukan DIAM ITU EMAS…

    Saya sangat setuju dengan comment Pak Bogarth bahwa Pak Agus sosok temen yang pendiam, hati2 kalau bicara, tidak terpengaruh pada orang lain, sederhana dan taat beribadah. Disaat Beliau berjuang untuk menjadi suami dan ayah baik buat keluarga, beliau juga selalu berjuang menjadi mahasiswa terbaik terbukti dapat selesai tepat waktu.

    Selamat jalan sahabatku, Jalan indah yang pernah kita lalui bersama biarlah jadi kenangan indah buat kami, jadi pelajaran indah buat kami. Ternyata Allah telah memberi jalan yang jauh lebih indah dari jalan yang pernah kita lalui bersama. Semoga amal ibadah.Beliau diterima ALLah SWT dan diberi kekuatan serta ketabahan pada keluarga yang ditinggal. Aminn ya robbalalamin..

    • February 18, 2012 at 2:54 pm

      terimakasih Bunda MY atas ceritanya, semoga semua hal tadi tetap menjadi bekal kebaikan bagi semua yg mengalaminya bersama mas Agus.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: