Home > Tugas Akhir > Rajin itu ternyata Menjengkelkan

Rajin itu ternyata Menjengkelkan


Hari ini teringat akan mahasiswa yang pernah mendapat bimbingan tugas akhir dari saya. Ia termasuk mahasiswa yang rajin, bahkan sangat rajin. Dan ternyata rajin itu menjengkelkan juga.

Dina, sebut saja demikian, adalah mahasiswa yang menjadikan saya pembimbing kedua dalam pengerjaan Tugas Akhir-nya. Pembimbing utama tentunya adalah dosen dari kampus Dina di Dramaga Bogor, yang kebetulan saya kenal baik juga.

Dina memulai konsultasi dengan konsep yang saya nilai tidak terlalu mentah.

Ia sudah memersiapkan bahan sebelum bertemu dengan saya, dan saat pertemuan tentunya diskusi langsung pada inti permasalahan tanpa hambatan. Ia sangat rajin mencatat apa yang saya terangkan, dan menanyakan detil yang ia belum pahami. Menarik.

Saya katakan menarik karena kondisi ini adalah kondisi yang saya sangat sukai, dimana saat diskusi dilaksanakan tidak selalu dimulai dari nol. Diskusi akan berjalan saat mana kedua pihak telah memahami permasalahan walau dari sudut yang bertentangan, sekalipun dengan bobot yang berbeda. Dina selalu datang dengan sejumlah artileri yang siap ditembakkan ke saya dalam pertanyaan-pertanyaannya yang cukup tajam.

Dalam setiap pertemuan Dina datang dengan selalu rajin melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang “penuh serangan”.

Ini menjengkelkan, sodara-sodara

Lho..? Bagaimana bisa sesuatu yang menarik tetapi menjengkelkan..?

Jelas saja, karena kata “menjengkelkan” ini sebenarnya adalah arti dari “capek”-nya saya menjawab. Saya harus lebih memeras otak, mencari referensi, dan mengrenyitkan dahi lebih dalam tiap kali diskusi berlangsung. Sekalipun saya adalah pembimbingnya, tetapi saya kan manusia juga, yang kadang cape memeras otak yang sudah uzur ini demi memuaskan jawaban yang terlontar… hehehe…

Dina berhasil selesai dengan hasil yang baik sekali, walau saat sidang ada sedikit halangan teknis.

Selamat ya Dina, ada sudah bisa membuat saya “jengkel”…

: )

Categories: Tugas Akhir Tags: ,
  1. nsputra
    February 11, 2012 at 1:22 pm

    Ha…ha… selamat Pak, mempunyai mahasiswa yang menjengkelkan memang menguras energi. Tetapi begitu lulus….wuih..lega setengah mati….Selamat membimbing mahasiswa menjengkelkan…

    • February 11, 2012 at 2:05 pm

      Betul Pak Nug, memang menguras energi, walau positif tapi ya capee hehehe…

  2. February 11, 2012 at 1:52 pm

    gaya bahasanya mirip siapa yah hihi saya belum ngebimbing well thanks pak bisa dijadikan pelajaran😀

    • February 11, 2012 at 2:06 pm

      Terima kasih kang Chandra atas mampirnya. Gaya bahasa..? Walah emangnya pake “gaya” segala..?
      ; )

  3. February 11, 2012 at 2:31 pm

    berarti saya termasuk mahasiswa yg baik pak, ga pernah bikin dosen jengkel😄

    • February 11, 2012 at 3:02 pm

      sudut pandang yang cerdas dari Miftah
      : ))

  4. February 11, 2012 at 3:29 pm

    Itu karena pembimbingnya jg rajin pak🙂.
    Yang dibimbing menunjukkan siapa yang membimbing.

    Sy mbimbing laporan Kerja Praktek sj kadang cenat-cenut apalagi kalo TA.

    • February 11, 2012 at 3:32 pm

      Bisa juga kebalik mas, yang dibimbing menunjukkan siapa sebenernya yang dibimbing… hehehe…
      : )

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: