Home > Warung Kopi > Perangkat interaksi pembimbingan

Perangkat interaksi pembimbingan


Quiz today - glasbergen

Sumber kartun: glasbergen.com

Suatu masa di medio 90-an, saat saya mulai memroses data dan menuliskannya dalam bentuk Tugas Akhir, pembimbingan menjadi salah satu kendala. Saat itu saya mempunyai pembimbing utama dari kampus dan pembimbing kedua dan ketiga dari luar kampus. Kendala disini adalah posisi pembimbing yang berada di lain kota.

Intensitas pertemuan, saat itu, menjadi salah satu kewajiban. Dimana setidaknya seminggu sekali harus bertemu untuk berdiskusi masalah yang ditemukan selama pengolahan data dan penulisan TA. Posisi dosen pembimbing yang berada di luar kota menjadikan jarak, waktu, juga dana tentunya, menjadi kendala yang tidak ringan.

Menyesuaikan waktu petemuan untuk dosen yang berada di Jakarta, dengan segala kesibukannya, bukanlah pekerjaan yang ringan. Apalagi kedua pembimbing tersebut (pembimbing kedua dan ketiga) merupakan orang yang “gila kerja” sehingga waktu mereka sangat terbatas untuk urusan pertemuan. Sedangkan saya tinggal di Bandung.

Teknologi informasi dan komunikasi adalah salah satu alternatif pengurangan kendala tersebut.

Dengan memanfaatkan jejaring internet yang telah masuk kampus, maka saya memulai komunikasi dengan para pembimbing yang berada di Jakarta dengan menggunakan email. Saat itu internet adalah masih merupakan barang langka. Tidak semua orang mengenalnya sekalipun ngakunya sekolah di “center of excellent”.

Saya termasuk yang beruntung bisa mendapatkan kesempatan mengaksesnya, dan… diperbolehkan mempunyai email..! (hehe saat itu “http” belumlah seindah sekarang, belum jamannya browser, belum dikenal email gratis). Kesempatan yang saya peroleh ini karena seringnya saya nongkrong di PIKSI (Pusat Ilmu Komputer dan Sistem Informasi) sebagai salah satu asisten pengajar beberapa mata ajar bahasa komputer. Maka mulailah pemanfaatan email untuk kepentingan bimbingan dengan para dosen pembimbing yang berada di Jakarta tadi.

Saat itu teknologi pengiriman data yang ada di kampus masih dengan paket radio. Dari gedung PIKSI (yang menyerupai SD INPRES) ke PAU (Pusat Antar Universitas) data dikirim melalui gelombang radio dan melewati lebar pita yang sangat sempit. Penggunaan email dari semua user di PIKSI mengakibatkan antrian yang cukup lama. Email yang saya kirim hanya dalam format text, bisa jadi sampai ke Jakarta baru esok harinya. Sulit dipercaya bagi generasi “HSDPA” saat ini, tapi demikianlah yang terjadi.

Demikianlah maka dengan memanfaatkan teknologi yang ada, proses bimbingan dapat berjalan dengan lancar hingga akhirnya “terpaksa” harus meninggalkan kampus dengan sukses.

Metoda ini kemudian yang saya terapkan saat saya mendapatkan kehormatan ikut serta dalam proses pembimbingan mahasiswa. Mahasiswa yang berada dimanapun, apakah di dalam kota yang sama ataupun yang berada jauh di luar kota (Bandung atau Jogja) maka dapat melakukan pembimbingan dengan menggunakan teknologi “komunikasi” melalui internet.

Dan sesuai jamannya, proses pembimbingan tidak sekedar melalui email, tetapi juga melalui ngobrol (chat) via beberapa aplikasi web, seperti layanan pada Yahoo!Messenger ataupun melalui Facebook.

Komunikasi jarak jauh seperti ini tidaklah tabu, karena ini memang sudah jamannya kecepatan, efisiensi, dan tentunya tanpa meninggalkan kualitas dari proses pembimbingan. Waktu pun menjadi tidak terlalu terbatas “jam kerja”, karena bisa dilakukan saat kapanpun sesuai dengan kesepakatan sebelumnya dengan si mahasiswa.

Kemampuan “cloud computing” pun diterapkan (dengan menggunakan Google Docs), sehingga dokumen bisa teredit/terperiksa langsung oleh saya dan sementara itu mahasiswa juga bisa memberikan usulan secara langsung pada waktu yang sama di dokumen yang sama.

Pemakaian teknologi seperti ini tentunya tidak mengurangi pentingnya diskusi tatap muka. Tetapi tentunya bisa sangat mengurangi  kendala yang terkait dengan jarak, waktu, dan keterbatasan dana yang ada.

: )

  1. January 4, 2012 at 5:11 am

    baru numpang baca dulu ya, bro! lagi buru-buru🙂

    • January 4, 2012 at 10:31 am

      silakan dibaca kang, emangnya mau diapain lagi selain dibaca..? haha.
      ; )

  2. January 4, 2012 at 7:49 am

    baca ahh…

    • January 4, 2012 at 10:31 am

      silakan kang Alipp, nuhun
      : )

  3. January 4, 2012 at 2:11 pm

    Malah, sekarang sudah mulai bermunculan program2 e-Learning yang ditawarkan oleh kampus2 ya…

    Memang harusnya demikian.. Teknplogi dimanfaatkan semaksimal mungkin…

    • January 4, 2012 at 2:15 pm

      betul kang Asep,
      kuliah dalam format daring pun sekarang sudah banyak. TIK ada untuk mempermudah sekaligus meningkatkan kualitas, mestinya.
      : )

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: