Archive

Archive for the ‘Penugasan’ Category

Analisis 3 Dimensi Menghitung Volume Danau Lorelindu


Analisis 3 dimensi dalam Sistem Informasi Geografis dapat digunakan untuk menghitung volume dari suatu cekungan. Dalam penugasan yang diberikan pada kelas praktik tahun 2007, saudara Wen Wen melakukannya dengan menggunakan perangkat lunak GRASS.

GRASS adalah Geographical Resources Analysis Support System, suatu perangkat lunak untuk Sistem Informasi Geografis dan open source. Perangkat lunak ini dapat diunduh dari situsnya dengan gratis (klik disini).

Dalam project ini, Wen Wen mengambil judul: Calculating The Volume of Lore Lindu Lake using GRASS. Tujuannya adalah untuk mengetahui volume danau dan luas area dasar danau.

Beberapa langkah utama dapat dilihat pada slide berikut ini:

Terimakasih mas Wen Wen, saya belajar banyak juga dari slide ini terutama dalam pengendalian perlun GRASS.

_

Categories: Penugasan Tags: , , , , , ,

Analisis 3 Dimensi di Danau Diatas, Sumatera Barat


Beberapa tahun lalu, tepatnya tahun 2008, saya menugaskan pada kelas praktik untuk membuat project mengenai analisis 3 dimensi. Lokasi yang dipilih merupakan pilihan dari masing-masing mahasiswa, disesuaikan dengan data yang dimiliki.

Salah satu yang mengerjakan ini adalah mas Iwan Ridwansyah, dengan judul project: Morphometric Characteristic and Generating Watershed in Diatas Lake, West Sumatera.

Aplikasi menggunakan perangkat lunak ArcGIS dan memanfaatkan beberapa fungsi yang telah tersedia disana. Data yang digunakan adalah data ketinggian dari SRTM, dan juga data insitu.

Keterangan project dan proses yang dilakukan dapat dilihat pada slide berikut ini:

Terimaksih mas Iwan atas slide-nya, semoga bisa menjadi ide pengembangan bagi saya sendiri maupun yang menyimaknya.

_

Saatnya teguran datang, untuk dosen

March 28, 2012 2 comments

theyoungandtheprecious.com

Pemberitahuan melalui surat mengenai keterlambatan/batas waktu penyelesaian skripsi ataupun thesis adalah hal biasa. Dapat terjadi pada tingkatan S1, S2 ataupun bahkan S3. Banyak kasus ditemui (atau dialami?) mengenai teguran semacam ini.

Penyebab dari datangnya pemberitahuan ini tentunya berlatarbelakang beragam kasus. Ada yang berasal dari “kesalahan mahasiswa”, dan tidak menutup kemungkinan pula disebabkan oleh “kesalahan dosen”.

Kesalahan mahasiswa, ini buanyak kasusnya. Bisa terjadi karena sang mahasiswa memang tidak mampu lagi untuk menyelesaikan kuliahnya karena kemampuan intelektualnya, kemampuan kesehatan fisik atau jiwanya, ada juga karena kemampuan finansialnya, ada juga karena kemampuan fokus dari kehidupannya (sudah berpenghasilan dan ini lebih menarik daripada kuliah), dan banyak lagi yang lainnya.

Kalau dari sisi dosen, apa saja kesalahan yang dapat ditimbulkan..?

Pada umumnya jumlah mahasiswa yang diperbolehkan dibimbing oleh seorang dosen dibatasi. Ini adalah untuk membuat rasio antara mahasiswa dan dosen pembimbing menjadi “masuk akal”, tentunya dari segi keilmuan dan juga waktu bimbingan. Pembatasan yang telah diberikan terkadang tetap tidak menyelesaikan problem yang terjadi kemudian hari, saat mana waktu bimbingan milik pak/bu dosen tergerus oleh waktu dalam menyelesaikan pekerjaan lainnya. Pekerjaan lain itu dapat berupa pekerjaan resmi dari penugasan kampus ataupun hal diluar penugasan.

Waktu pembimbingan mahasiswa dari dosen pembimbing yang telah tergerus seperti ini mangakibatkan terpinggirkannya si mahasiswa bimbingan. Saat mana sang mahasiswa memerlukan diskusi atau tatap muka, maka kendala utama adalah jadwal sang pembimbing yang tidak bisa diganggu gugat. Semua jadwal pertemuan pembimbingan dapat tercoret tanpa tersurat, dan diharuskan permakluman “yang terpaksa”. Maka waktu penelitian sang mahasiswa pun akan semakin molor dan molor.

Bahaya akan muncul saat mana surat teguran datang dari pihak yang berwenang di kampus. Maka biasanya sang mahasiswalah yang kemudian menjadi sasaran tembak yang paling baik… dor…

Adalah suatu hal yang bijak bilamana sang dosen lah yang ditegur lebih dulu dan diminta untuk memperbaiki kinerja bimbingannya. Kalaupun ada masalah yang terjadi pada si bimbingan maka sebaiknya dibantu secara maksimal oleh sang pembimbing dan (jika perlu) oleh pihak kampus.

Tidak ada alasan sang dosen terlalu sibuk untuk tidak peduli dengan bimbingannya. Walau tidak menutup kemungkinan justru mahasiswa bimbingan yang terlalu sibuk untuk bisa peduli pada tugas akhirnya…

; )

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,156 other followers

%d bloggers like this: