Archive

Archive for the ‘Penugasan’ Category

Analisis 3 Dimensi Menghitung Volume Danau Lorelindu

May 4, 2012 Leave a comment

Analisis 3 dimensi dalam Sistem Informasi Geografis dapat digunakan untuk menghitung volume dari suatu cekungan. Dalam penugasan yang diberikan pada kelas praktik tahun 2007, saudara Wen Wen melakukannya dengan menggunakan perangkat lunak GRASS.

GRASS adalah Geographical Resources Analysis Support System, suatu perangkat lunak untuk Sistem Informasi Geografis dan open source. Perangkat lunak ini dapat diunduh dari situsnya dengan gratis (klik disini).

Dalam project ini, Wen Wen mengambil judul: Calculating The Volume of Lore Lindu Lake using GRASS. Tujuannya adalah untuk mengetahui volume danau dan luas area dasar danau.

Beberapa langkah utama dapat dilihat pada slide berikut ini:

Terimakasih mas Wen Wen, saya belajar banyak juga dari slide ini terutama dalam pengendalian perlun GRASS.

_

Categories: Penugasan Tags: , , , , , ,

Analisis 3 Dimensi di Danau Diatas, Sumatera Barat

April 27, 2012 Leave a comment

Beberapa tahun lalu, tepatnya tahun 2008, saya menugaskan pada kelas praktik untuk membuat project mengenai analisis 3 dimensi. Lokasi yang dipilih merupakan pilihan dari masing-masing mahasiswa, disesuaikan dengan data yang dimiliki.

Salah satu yang mengerjakan ini adalah mas Iwan Ridwansyah, dengan judul project: Morphometric Characteristic and Generating Watershed in Diatas Lake, West Sumatera.

Aplikasi menggunakan perangkat lunak ArcGIS dan memanfaatkan beberapa fungsi yang telah tersedia disana. Data yang digunakan adalah data ketinggian dari SRTM, dan juga data insitu.

Keterangan project dan proses yang dilakukan dapat dilihat pada slide berikut ini:

Terimaksih mas Iwan atas slide-nya, semoga bisa menjadi ide pengembangan bagi saya sendiri maupun yang menyimaknya.

_

Saatnya teguran datang, untuk dosen

March 28, 2012 2 comments

theyoungandtheprecious.com

Pemberitahuan melalui surat mengenai keterlambatan/batas waktu penyelesaian skripsi ataupun thesis adalah hal biasa. Dapat terjadi pada tingkatan S1, S2 ataupun bahkan S3. Banyak kasus ditemui (atau dialami?) mengenai teguran semacam ini.

Penyebab dari datangnya pemberitahuan ini tentunya berlatarbelakang beragam kasus. Ada yang berasal dari “kesalahan mahasiswa”, dan tidak menutup kemungkinan pula disebabkan oleh “kesalahan dosen”.

Kesalahan mahasiswa, ini buanyak kasusnya. Bisa terjadi karena sang mahasiswa memang tidak mampu lagi untuk menyelesaikan kuliahnya karena kemampuan intelektualnya, kemampuan kesehatan fisik atau jiwanya, ada juga karena kemampuan finansialnya, ada juga karena kemampuan fokus dari kehidupannya (sudah berpenghasilan dan ini lebih menarik daripada kuliah), dan banyak lagi yang lainnya.

Kalau dari sisi dosen, apa saja kesalahan yang dapat ditimbulkan..?

Pada umumnya jumlah mahasiswa yang diperbolehkan dibimbing oleh seorang dosen dibatasi. Ini adalah untuk membuat rasio antara mahasiswa dan dosen pembimbing menjadi “masuk akal”, tentunya dari segi keilmuan dan juga waktu bimbingan. Pembatasan yang telah diberikan terkadang tetap tidak menyelesaikan problem yang terjadi kemudian hari, saat mana waktu bimbingan milik pak/bu dosen tergerus oleh waktu dalam menyelesaikan pekerjaan lainnya. Pekerjaan lain itu dapat berupa pekerjaan resmi dari penugasan kampus ataupun hal diluar penugasan.

Waktu pembimbingan mahasiswa dari dosen pembimbing yang telah tergerus seperti ini mangakibatkan terpinggirkannya si mahasiswa bimbingan. Saat mana sang mahasiswa memerlukan diskusi atau tatap muka, maka kendala utama adalah jadwal sang pembimbing yang tidak bisa diganggu gugat. Semua jadwal pertemuan pembimbingan dapat tercoret tanpa tersurat, dan diharuskan permakluman “yang terpaksa”. Maka waktu penelitian sang mahasiswa pun akan semakin molor dan molor.

Bahaya akan muncul saat mana surat teguran datang dari pihak yang berwenang di kampus. Maka biasanya sang mahasiswalah yang kemudian menjadi sasaran tembak yang paling baik… dor…

Adalah suatu hal yang bijak bilamana sang dosen lah yang ditegur lebih dulu dan diminta untuk memperbaiki kinerja bimbingannya. Kalaupun ada masalah yang terjadi pada si bimbingan maka sebaiknya dibantu secara maksimal oleh sang pembimbing dan (jika perlu) oleh pihak kampus.

Tidak ada alasan sang dosen terlalu sibuk untuk tidak peduli dengan bimbingannya. Walau tidak menutup kemungkinan justru mahasiswa bimbingan yang terlalu sibuk untuk bisa peduli pada tugas akhirnya…

; )

Membicarakan Gambar dan Belajar Imajinasi

January 30, 2012 Leave a comment

Spasial perspektif

Windows XP "Azul" peaceful island wallpaper

Dalam mempelajari dan memahami keruangan (spatial) untuk diterapkan dalam sistem informasi berbasis referensi lokasi di permukaan bumi diperlukan cara tersendiri. Salah satunya adalah dengan menganalisis gambar dan kemudian menuliskannya sesuai dengan perspektif masing-masing.

Salah satu kegiatan dalam kelas, bersama mahasiswa, saya mencoba menggali kemampuan analisis dari masing-masing individu dengan cara ini. Saya berikan gambaran ringkas mengenai feature yang ada dalam Sistem Informasi Geografis (SIG). Tiga feature yang ada adalah: point, line, dan polygon.

Ketiga feature ini adalah penyederhanaan dari bentang alam yang sesungguhnya. Kemampuan untuk memilah dengan tepat ketiga feature tersebut akan meningkatkan kemampuan analisis secara keruangan. Perangkat lunak SIG hanyalah alat bantu, sehingga yang sangat berperan disini adalah pendefinisian dari sang operator dan analis terhadap obyek di lapangan.

Saya menugaskan kepada rekan-rekan mahasiswa di dalam kelas, pada satu kesempatan “kuliah malam hari”, di satu hari pada tahun 2009. Saya tampilkan satu gambar pemandangan yang didapat dari koleksi wallpaper dari Windows XP yang bernama “Azul”.

Setelah diberikan gambaran ringkas mengenai feature dalam SIG, maka mahasiswa diminta untuk menerjemahkan atau menentukan sendiri apa yang mereka dapatkan dari gambar tersebut terkait dengan point/line/polygon. Waktu yang diberikan hanya 10 menit untuk kemudian langsung dituliskan pada email dan langsung dikirimkan kepada saya saat itu juga.

Hasilnya adalah sebagai berikut:

Pendapat-1:

somewhere existed three units point, that reside in in a beautiful polygon in the middle of wide place, and have segment that arranged

Pendapat-2:

I have beautiful map. It maps has 3 component GIS is line, point n polygon. This map which has 2 polygon : big polygon and small polygon. The big polygon can be call as ocean and small polygon can be call island . between two polygon separate by line in attribute the line can call as boundary between island and ocean. In small polygon we can found 3 point and in attribute can we call as coconut tree..

Pendapat-3:

a polygon-shaped small island measuring approximately 25 meters square, is the island with white sand there are three points of a coconut tree, may not find the lake or fresh water, surrounded by a segment of the ocean. if this image we draw in raster or vector, it’s easy to be understand. from the image data can be concluded there was no fresh water to support human and animal life.

Pendapat-4:

in this picture, I see a small polygon shape in the very big polygon. there are three point in the small polygon and  there are some line in the big polygon that has irregular shape. i see one line that has straight shape.

Pendapat-5:

In this picture, visually we have the ocean, a small island, 3 coconut trees.
In spatial view, we can say that first, the boundary is limited in what we can see in the picture such as the ocean and maybe the beach.
We can consider the ocean as a big polygon and the island as a small polygon inside the big polygon. In the small polygon we have 3 coconut trees which can be considered as 3 points. One another thing is that viewing the ocean using continued data, we can see that the depth of the ocean is different in the middle of the ocean and near the beach. However, we must be careful because there are so many clouds so the clouds shadow my change our view of the depth of the ocean. Finally, this place has its coordinate (longitude and latitude)

Pendapat-6:

. point: a very beautiful sea with blue water, such as without limit
. point: in the middle there is a small island overgrown with three palm trees.
. point: Each of the coconut trees to bear fruit as much as 10
. point: the beach as a place to walk

Pendapat-7:

from the image above, with spatial data i can  describe that as region is represented as a polygon where the main polygon (big) is the sea area. in the middle of main polygon there are one small polygon is representation of land area and the last is the point (segment) which is a representation of the 3 palm trees in the small polygon and 1  point to show location of sailboat.

1 polygon (sea area)
1 polygon (land area)
3 point (palm trees)
1 point (sailboat)

Pendapat-8:

In the picture there is: the following points:
* Point: border with the sea coast, attribute: the beach in, shallow, medium
* Point: beach shade trees ==> attributes: palm trees, relaxing place, mangrove.
* Point: fishing location ==> attributes: the potential for large and small fish, reef areas.
* Point: a location for relax ==> attributes: the sun, beach volleyball, recreation
* Point:  sea borders ==> attribute: for surfing, swimming, fishing area.
Pendapat-9:
there is an island, with 3 trees, in the middle of the sea was beautiful.
Input:
– Point (IDP) any four, any line IDL) six, and any polygon (IDS) about one tree, one about sea and one about the beach …
– Map the input data, observations of tree height n few yards from the beach where the island’s
– Taking photos of the island and other communities imaginable on the island.
Pendapat-10:
That island is located in one location which is has a coordinate in degree or even in x and y coordinate. It has trees (coconut trees), beach, shoreline and the area of that island itself. In the map trees and the cruise can be represent as point, shoreline can be represent as line, coastal area (beach) and the island can be represent as polygon. If we go to that island and has a navigation tools (GPS for example)and also the aerial photograph, we can make a good map about where is that island exactly taking place. Measure the coordinate of each trees, make it as Ground Control Point, and each GCP is used to georeferenced the image. So we can find the coordinate like as usual map and never get lost when trying to coming back to that island.
Pendapat-11:
there are three point called coconut trees. one polygon is called island and one line is called coastline.

Apa yang disampaikan semua menarik, dan menunjukkan kemampuan membaca obyek di alam secara cepat. Tidak ada yang paling benar atau salah, karena maksud dari penugasan ini bukanlah untuk benar atau salah.

Bagi pembaca yang (kebetulan) pernah mengalami hal ini (hey guys..! pade dimane sekarang..?), semoga masih ingat ya…

: )

*/ pernah ditulis pada 29 Oktober 2009 di Catetan kecil httsan.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,244 other followers

%d bloggers like this: