Archive

Archive for the ‘Dalam Kelas’ Category

Menyulam dan Matematika

April 3, 2012 2 comments
sulamath

Gambar dari berbagai sumber.

Ada apa dengan menyulam dan matematika..? Atau, setidaknya, apa hubungan menyulam dan matematika sehingga menjadi judul tulisan kali ini..?

Menyulam adalah kegiatan yang dilakukan oleh perempuan, bersenjatakan jarum sulam dan benang sulam dan panel sulam. Dikerjakan sambil mengantuk sembari mendengarkan suara radio atau ocehan sinetron di televisi. Perempuan yang menyulam biasanya yang sudah berumur cukup tua dan sudah punya cucu.

Itulah yang terbayang sebagian dari kita jika mendengar ada kegiatan menyulam.

Bagi saya tidak demikian.

Penyulam adalah orang yang wajib mempunyai kemampuan nalar dan ketahanan mental yang baik. Menyulam adalah melakukan suatu pekerjaan yang penuh konsentrasi dan sekaligus diperlukan kesabaran dan kemampuan menghitung yang baik. Dalam membentuk suatu pola pada panel sulam maka perhitungan geometris diperlukan. Hitungan keruangan harus dikuasai karena sangat berpengaruh pada hasil akhir.

Menyulam diawali dengan memasukkan benang ke lubang jarum, diperlukan ketelitian dan presisi serta kemampuan taktik yang jitu. Benang yang kering akan beda dengan benang yang basah, dan tingkat keberhasilan memasukkan benang ke lubang jarum akan semakin baik bagi yang sudah terlatih.

Menyulam memerlukan suatu kesabaran yang tinggi dalam melakukan pengulangan-pengulangan. Perkerjaan yang berulang cenderung membuat pelaku semakin mahir atau justru semakin ceroboh. Untuk menjadi semakin mahir maka diperlukan juga kemampuan untuk selalu membuka pikiran bahwa ada seribu satu cara dalam menyelesaikan sulaman, walau perkerjaan detilnya adalah pengulangan benang yang dimasukkan pada panel sulam. Jika berpikiran sempit maka akan segera gagal total dari awal.

Kemampuan memilah dan memadukan warna juga menjadi persyaratan untuk menjadi penyulam handal. Tanpa paduan warna yang baik maka semua hasil akan terasa hambar dan tidak disukai oleh pemakai. Warna adalah bahasa.

Bagaimana dengan matematika..?

Pemain matematika harus mempunyai kemampuan layaknya penyulam. Pemain matematika harus juga mempunyai kemampuan nalar dan ketahanan mental yang prima.

Dalam matematika didapat pengulangan proses yang luar biasa banyak. Diawali dengan kemampuan menalar untuk memulai langkah awal. Jika ide langkah sudah didapat maka segera dicobakan dengan menjalankannya dengan teliti. Salah melangkah berarti selanjutnya akan salah juga.

Konsentrasi selalu digunakan untuk membuat pengerjaan sesuai dengan hukum yang berlaku, penguasaan permasalahan juga harus dimiliki. Pengerjaan yang panjang bisa menyesatkan jika tidak dikuasai permasalahan dengan baik.

Pemikiran juga harus terbuka, karena ada seribu cara dalam menyelesaikan persoalan matematika. Diperlukan wawasan yang baik dan tentunya ketabahan dalam menguraikan permasalahan hingga terpecahkan.

Menyulam dan matematika merupakan pekerjaan yang serupa. Kebutuhan dasar dan kemampuan pelakunya tidak sekedarnya saja.

Tetapi apakah penyulam selalu mahir matematika dan/atau pemain matematika selalu mahir menyulam..?

Tidak harus demikian kan..?

Tetapi jika nalar kita mampu untuk menganalisis kekuatan dari proses keduanya, maka disanalah pesan yang ingin saya sampaikan.

Pesan moral: jangan mengerjakan soal matematika sambil menyulam…!

: )

Membicarakan Gambar dan Belajar Imajinasi

January 30, 2012 Leave a comment
Spasial perspektif

Windows XP "Azul" peaceful island wallpaper

Dalam mempelajari dan memahami keruangan (spatial) untuk diterapkan dalam sistem informasi berbasis referensi lokasi di permukaan bumi diperlukan cara tersendiri. Salah satunya adalah dengan menganalisis gambar dan kemudian menuliskannya sesuai dengan perspektif masing-masing.

Salah satu kegiatan dalam kelas, bersama mahasiswa, saya mencoba menggali kemampuan analisis dari masing-masing individu dengan cara ini. Saya berikan gambaran ringkas mengenai feature yang ada dalam Sistem Informasi Geografis (SIG). Tiga feature yang ada adalah: point, line, dan polygon.

Ketiga feature ini adalah penyederhanaan dari bentang alam yang sesungguhnya. Kemampuan untuk memilah dengan tepat ketiga feature tersebut akan meningkatkan kemampuan analisis secara keruangan. Perangkat lunak SIG hanyalah alat bantu, sehingga yang sangat berperan disini adalah pendefinisian dari sang operator dan analis terhadap obyek di lapangan.

Saya menugaskan kepada rekan-rekan mahasiswa di dalam kelas, pada satu kesempatan “kuliah malam hari”, di satu hari pada tahun 2009. Saya tampilkan satu gambar pemandangan yang didapat dari koleksi wallpaper dari Windows XP yang bernama “Azul”.

Setelah diberikan gambaran ringkas mengenai feature dalam SIG, maka mahasiswa diminta untuk menerjemahkan atau menentukan sendiri apa yang mereka dapatkan dari gambar tersebut terkait dengan point/line/polygon. Waktu yang diberikan hanya 10 menit untuk kemudian langsung dituliskan pada email dan langsung dikirimkan kepada saya saat itu juga.

Hasilnya adalah sebagai berikut:

Pendapat-1:

somewhere existed three units point, that reside in in a beautiful polygon in the middle of wide place, and have segment that arranged

Pendapat-2:

I have beautiful map. It maps has 3 component GIS is line, point n polygon. This map which has 2 polygon : big polygon and small polygon. The big polygon can be call as ocean and small polygon can be call island . between two polygon separate by line in attribute the line can call as boundary between island and ocean. In small polygon we can found 3 point and in attribute can we call as coconut tree..

Pendapat-3:

a polygon-shaped small island measuring approximately 25 meters square, is the island with white sand there are three points of a coconut tree, may not find the lake or fresh water, surrounded by a segment of the ocean. if this image we draw in raster or vector, it’s easy to be understand. from the image data can be concluded there was no fresh water to support human and animal life.

Pendapat-4:

in this picture, I see a small polygon shape in the very big polygon. there are three point in the small polygon and  there are some line in the big polygon that has irregular shape. i see one line that has straight shape.

Pendapat-5:

In this picture, visually we have the ocean, a small island, 3 coconut trees.
In spatial view, we can say that first, the boundary is limited in what we can see in the picture such as the ocean and maybe the beach.
We can consider the ocean as a big polygon and the island as a small polygon inside the big polygon. In the small polygon we have 3 coconut trees which can be considered as 3 points. One another thing is that viewing the ocean using continued data, we can see that the depth of the ocean is different in the middle of the ocean and near the beach. However, we must be careful because there are so many clouds so the clouds shadow my change our view of the depth of the ocean. Finally, this place has its coordinate (longitude and latitude)

Pendapat-6:

. point: a very beautiful sea with blue water, such as without limit
. point: in the middle there is a small island overgrown with three palm trees.
. point: Each of the coconut trees to bear fruit as much as 10
. point: the beach as a place to walk

Pendapat-7:

from the image above, with spatial data i can  describe that as region is represented as a polygon where the main polygon (big) is the sea area. in the middle of main polygon there are one small polygon is representation of land area and the last is the point (segment) which is a representation of the 3 palm trees in the small polygon and 1  point to show location of sailboat.

1 polygon (sea area)
1 polygon (land area)
3 point (palm trees)
1 point (sailboat)

Pendapat-8:

In the picture there is: the following points:
* Point: border with the sea coast, attribute: the beach in, shallow, medium
* Point: beach shade trees ==> attributes: palm trees, relaxing place, mangrove.
* Point: fishing location ==> attributes: the potential for large and small fish, reef areas.
* Point: a location for relax ==> attributes: the sun, beach volleyball, recreation
* Point:  sea borders ==> attribute: for surfing, swimming, fishing area.
Pendapat-9:
there is an island, with 3 trees, in the middle of the sea was beautiful.
Input:
- Point (IDP) any four, any line IDL) six, and any polygon (IDS) about one tree, one about sea and one about the beach …
- Map the input data, observations of tree height n few yards from the beach where the island’s
- Taking photos of the island and other communities imaginable on the island.
Pendapat-10:
That island is located in one location which is has a coordinate in degree or even in x and y coordinate. It has trees (coconut trees), beach, shoreline and the area of that island itself. In the map trees and the cruise can be represent as point, shoreline can be represent as line, coastal area (beach) and the island can be represent as polygon. If we go to that island and has a navigation tools (GPS for example)and also the aerial photograph, we can make a good map about where is that island exactly taking place. Measure the coordinate of each trees, make it as Ground Control Point, and each GCP is used to georeferenced the image. So we can find the coordinate like as usual map and never get lost when trying to coming back to that island.
Pendapat-11:
there are three point called coconut trees. one polygon is called island and one line is called coastline.

Apa yang disampaikan semua menarik, dan menunjukkan kemampuan membaca obyek di alam secara cepat. Tidak ada yang paling benar atau salah, karena maksud dari penugasan ini bukanlah untuk benar atau salah.

Bagi pembaca yang (kebetulan) pernah mengalami hal ini (hey guys..! pade dimane sekarang..?), semoga masih ingat ya…

: )

*/ pernah ditulis pada 29 Oktober 2009 di Catetan kecil httsan.

Bertanyalah pada F1

January 20, 2012 Leave a comment
RedF1HelpKey

Sumber gambar: ClipArtOf.com

Suatu ketika di dalam kelas 3-A1-1 SMA, tahun 1988, ketika saya mempunyai masalah dengan persoalan pengoperasian perangkat lunak komputer, maka satu-satunya yang bisa diandalkan adalah F1.

Ada apa dengan F1..? Mengapa bisa diandalkan..?

Saat itu di kelas yang mempunyai kemampuan atau pengetahuan tentang komputer hanya 1-2 orang saja. Dan itu bukan termasuk saya. Tugas dari guru memaksa saya (dalam kelompok) mengerjakan tugas dengan menggunakan komputer.

Saat itu komputer yang ngetop adalah Personal Computer XT Model 286, berprosesor Intel 80286, dan ber-sistem operasi DOS yang tersimpan dalam cakram disket.

Perangkat lunak yang dipakai saya saat itu adalah WordStar sebagai pengolah kata, yang digunakan untuk menulis laporan. Dalam satu dua hal penguasaan perangkat lunak ini (saat itu) masih membingungkan.

Ketika kemudian saya tanyakan pada rekan saya yang paling menguasai WordStar di kelas mengenai masalah yang saya temui, maka jawabnya pendek saja:

“Bertanyalah pada F1″.

Jawaban yang sangat menyakitkan, saudara-saudara…!!!

Apalagi bagi orang yang sangat perlu (segera) jawaban dari persoalan yang ada.

F1 adalah salah satu tombol pada keyboard yang disepakati sebagai tombol untuk memunculkan keterangan bantuan dari perangkat lunak yang sedang aktif.

Tapi apa daya, ternyata F1 memang handal, karena kemudian saya tidak perlu lagi bertanya pada rekan saya tadi jika bertemu dengan masalah apapun di WordStar. Cukup “bertanya” pada F1 dengan menekan tombol F1 di keyboard, maka jawaban dapat dicari dengan mudah.

Prinsip penggunaan F1 sebagai petunjuk bantu ternyata berlaku hingga sekarang. Dan jawaban rekan yang sangat menyakitkan saat SMA dulu ternyata telah membantu saya untuk lebih mandiri dalam memecahkan persoalan kebuntuan dalam pengoperasian perangkat lunak, hingga kini…

Maka, jika anda mempunyai pertanyaan mengenai pengoperasian perangkat lunak yang sedang anda gunakan, jangan malu untuk bertanya pada F1, semua ada disana…

: )

*/ Sumber gambar: ClipArtOf.com

Categories: Dalam Kelas Tags: , , , , ,
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 526 other followers